Rain Water Harvesting System

Jika kita berbicara mengenai air tentu tidak terlepas dari air kotor dan bersih. Di mana dalam sebuah perancangan bangunan pun harus memperhatikan sistem dari pembuangan air kotor dan bersih itu. Pada saat ini air bersih merupakan suatu hal yang krusial bagi dalam maupun luar negri, walau kelihatannya sangat sepele.

Menurut sekretaris PBB Antonio Guterres pada yahun 2050 seperempat populasi dunia akan hidup di Negara-negara air bersih yang sangat kronis. Saat ini sendiri dunia sudah mengalami ancaman krisis air bersih. Salah satu tandanya, menurut Guterres, adalah fakta bahwa tiga perempat dari 193 negara anggota PBB berbagi sumber air, seperti sungai atau danau, dengan negara tetangga mereka.

Di Indonesia sendiri sering kita lihat pada momen-momen tertentu terjadi kelangkaan air bersih di beberapa daerah, walaupun Indonesia sendiri terletak pada iklim tropis dengan curah hujan tinggi. Dari permasalahan tersebut maka wajib bagi kita untuk menghemat penggunaan air bersih dan pemanfaatan iklim sekitar untuk mendapatkan air bersih, salah satunya yaitu rain water harvesting system. Rain water harvesting system adalah panen air hujan untuk digunakan kembali sebagai air bersih pada suatu bangunan.

http://fatimahzah.blogspot.com/2012/12/disiplin-dalam-menjaga-dan-memelihara.html
Sejumlah warga mengambil air bantuan pemerintah dari mobil tanki PDAM Tirta Muarojambi di Tarikan, Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa (14/10). Sebanyak 3000 jiwa lebih dari 600 KK di Tarikan dan sekitarnya (70 km dari pusat pemerintahan kabupaten) mengalami krisis air bersih setelah mengeringnya sumur warga akibat kemarau selama hampir dua bulan terakhir. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Rei/pd/14.

Memanen air hujan merupakan alternatif sumber air yang sudah dipraktekkan selama berabad-abad di berbagai negara yang sering mengalami kekurangan air (Chao-Hsien Liaw & Yao-Lung Tsai, 2004). Air hujan yang dipanen dapat digunakan untuk multi tujuan seperti menyiram tanaman, mencuci, mandi dan bahkan dapat digunakan untuk memasak jika kualitas air tersebut memenuhi standar kesehatan (Sharpe, William E., & Swistock, Bryan, 2008; Worm, Janette & van Hattum, Tim, 2006).

Dalam menerapkan system ini maka diperlukan beberapa komponen untuk menghasilkan system panen air hujan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Komponen tersebut diantaranya :

  1. Area atap
  2. Talang air
  3. Filter air hujan
  4. Tangki penyimpanan air
  5. Pompa air dan instalasi pipa
  6. Filter lanjutan
  7. Produk sanitair yang hemat air

https://s.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/krisis-air-bersih-ilustrasi-_150917174613-351.jpg

AREA ATAP

Area atap merupakan media untuk menangkap air hujan. Semakin luas area atap maka air hujan yang dapat di panen akan semakin besar. Pada umumnya area penangkapan dihitung berdasarkan meter persegi. Cara perhitungannnya adalah setiap 1 cm curah hujan yang jatuh di area sebesar 40 meter persegi dapat menangkap air hujan sebesar 900 liter atau 237 galon air. Bila luas atap rumah sebesar 100 meter persegi (atau 2.5×40 meter persegi) maka atap tersebut mampu menangkap air hujan sebanyak 900 x 2.5 = 2250 liter air hujan untuk setiap 1 cm curah hujan.

File pribadi

TALANG AIR

Talang merupakan saluran pada seluruh tepi atap untuk mengumpulkan dan transportasi air hujan ke tangki penyimpanan. Talang dapat dibuat dengan menggunakan:

  • Material lokal yang tersedia.
  • Lembaran galvanis besi polos, dilipat menjadi bentuk yang diperlukan.
  • Pipa bahan UPVC yang terdapat di took material
  • Batang bambu dipotong secara vertikal menjadi setengah lingkaran.
  • Talang beton yang ukurannya dapat kita buat sendiri sesuai kebutuhan.

Talang ini berfungsi menyalurkan air permukaan menuju tempat penyimpanan. Di utamakan menggunakan talang dengan penampang lebar diatas 15 cm, agar air hujan dari atap tidak meluap dan dapat menyalurkan air secara maksimal.

https://desain-minimalis.com/atap-rumah/desain-atap-rumah/#!

FILTER AIR HUJAN

Filter air hujan berfungsi menyaring daun dan kotoran yang dapat masuk ke saluran air hujan dari daerah tangkapan air sebelum air masuk tangki penyimpanan, sebab air hujan juga membawa banyak polutan udara terlarut. Termasuk kotoran yang terdapat pada atap seperti debu, pasir, dan lainnya. Sebuah perangkat filter diperlukan untuk mengalihkan kotoran sehingga tidak masuk ke tangki penyimpanan. Untuk jenis filternya sendiri ada yang terdapat pada pipa turunan dari talang, ada juga filter terpisah yang dapat di tempatkan di atas maupun dalam tanah.

http://www.paling.com.my/building/building_rainwater_raingutters.php

TANGKI PENYIMPANAN AIR

Tangki ini dapat dibuat di atas atau dibawah tanah, dan dapat dibuat dengan berbagai ukuran. Ukuran tangki ini juga perlu menyesuaiakan ukuran dari atap dan target kubikase air yang ingin di panen. Tangki air ini bisa menggunakan tangki air bawah tanah dengan ukuran sesuai dengan keinginan kita, atau bisa menggunakan tangki dengan bahan PVC yang banyak di pasaran dengan kualitas dan keunggulan masing-masing produk yang ada.

POMPA AIR DAN INSTALASI PIPA

Pompa air digunakan untuk menyalurkan air dari tangki ke dalam dan luar bangunan. Pompa air yang digunakan dapat disesuaikan berdasarkan panjang jalur saluran air ke dalam dan luar bangunan. instalasi pipa merupakan saluran untuk menyalurkan air dari tangki ke dalam danluar bangunan. untuk tahap ini air hanya bisa di gunakan untuk kebutuhan luar, maskudnya belum dapat di konsumsi ataupun digunakan untuk mandi. Pada tahap ini rain water harvesting system sudah dapat berjalan. Tetapi alangkah baiknya jika dilanjutkan ke tahap yang lebih lanjut agar menghasilkan system yang maksimal.

 

 

FILTER LANJUTAN

Filter lanjutan merupakan perangkat penyaringan di dalam bangunan yang di gunakan untuk menyaring air agar dapat di konsumsi. Untuk filter yang digunakan seperti multimedia UV filter atau jenis filter lainnya sesuai kebutuhan. Dalam tahap ini sesuai dengan jenis filter yang digunakan, air dapat langsung dikonsumsi atau di minum langsung dari keran. Hanya perlu diadakan tes air secara berkala agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

PRODUK SANITAIR YANG HEMAT AIR

Pada tahap system yang terakhir adalah produk sanitair, terutama keran, hand shower, head shower, dan washer yang hemat air. Pada saat sekarang sudah banyak produsen sanitai yang mengeluarkan produk yang hemat air dan hemat energy.

Jika kita dapat memaksimalkan system ini tentunya kita akan membantu untuk menanggulangi krisis air di masa mendatang, selain menghemat dalam penggunaan air kita juga dapat menghemat pundi-pundi rupiah. Berdasarkan riset kecil-kecilan untuk sebuah hotel pada gambar berikut menunjukan hasil dari penggunaan sanitair yang hemat air, dan dapat dilihat berapa liter air yang dapat di hemat, jika di sangkut pautkan dengan harga per liter air, sudah berapa rupiah yang kita hemat. Ini baru dari sanitair, bagaiman jika kita dapat memanfaat air hujan, tentu hasilnya lebih dari itu. Save water, save money, save our life

Baca juga: Cara Membuat Brush Sendiri di Adobe Photoshop

Sumber : IDN Times, Kompasiana, Linkedin.

Arsitektur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!