Jenis – Jenis Material Penutup Lantai

Lantai merupakan salah satu elemen pembentuk ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk berpijak di suatu ruangan. Di dalam rumah lantai digunakan untuk meletakkan barang-barang seperti kursi, meja, almari, dan sebagainya. Selain itu, untuk mendukung berbagai aktivitas seperti berjalan, anak-anak berlari, duduk di lantai, dan lain-lain.

Dari segi estetika, lantai berfungsi untuk memperindah ruang dan membentuk karakter ruang. Tema warna dan image yang ditampilkan dapat mengambil konsep apa pun sesuai karakter yang dimunculkan. Beberapa tema yang dapat diterapkan seperti etnik tradisional, modern minimalis, retro dan sebagainya.

Jenis material yang digunakan sebagai permukaan lantai ada beberapa jenis dan macamnya. Kita lebih sering mengenal nama keramik ataupun marmer. Tetapi sebenarnya di pasaran dan dilapangan banyak juga dapat kita temukan material lain selain keramik dan marmer.

Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis material penutup lantai

Keramik

Keramik lebih sering digunakan karena mempunyai kemudahan dalam hal pemasangan, murah harganya dan sangat mudah ditemukan di toko/depo bangunan disekitar tempat tinggal kita. Pada intinya keramik ada dua macam yaitu keramik kicin/halus (digunakan untuk out door dan bersifat lantai kering) dan keramik ber tekstur/kasar (digunakan untuk out door dan bersifat lantai mudah basah, seperti teras, kamar mandi, tempat cuci dan garasi. Dari segi peruntukannya ada dua yaitu keramik lantai dan keramik dinding. Jenis ini merupakan jenis umum dan mudah untuk ditemukan di pasaran. Adapun ukuran yang dijual dipasaran adalah 40×40, 60×60, 30×60. Untuk corak dan warnanya sangat beragam.

  • Kelebihan keramik

  1. Harga relatif murah.
  2. Perawatannya mudah.
  3. Mudah dibersihkan.
  4. Mempunyai ukuran, warna, dan corak yang beragam.
  5. Memiliki ketahanan akan noda.
  6. Tahan lama
  • Kekurangan keramik

  1. Mudah pecah.
  2. Berisik.

Granite

Granite adalah material yang bersifat lebih eksklusif dan lebih mahal dari keramik serta memiliki kualitas yang lebih baik juga dari keramik. Lantai granite ada dua macam yaitu, granite tile (hasil campuran bahan dengan sistem pembakaran) mempunyai ukuran seperti halnya ukuran keramik dan yang satunya adalah granite alam berupa lembaran tidak beraturan dari batu granite yang dipotong berupa lembar besar yang harus di poles dulu sebelum digunakan. Granit memiliki pori-pori yang lebih rapat, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air dan kotoran. Granit memiliki kesan dingin dan berkesan kokoh. Batuan granit diperoleh dari bukit atau gunung granit. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah disediakan granit buatan dengan motif yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah.

  • Kelebihan granite

  1. Ukurannya bisa lebih dari 60×60 cm bahkan bisa mencapai 100 x 100 cm.
  2. Tidak gampang melenting.
  3. Pada bagian sambungan natnya tidak terlalu lebar sehingga granit lebih terlihat mewah dan terlihat menyatu.
  4. Tidak memerlukan bahan khusus untuk pemasangannnya.
  5. Mempunyai ketahanan yang tinggi dan anti gores.
  6. Memberikan kesan mewah pada rumah.
  7. Dengan ukuran yang lebih besar, ruangan jadi tampak lebih luas.
  • Kekurangan granite

  1. Apabila kualitas granitnya kurang bagus, maka kotoran sulit dibersihkan.
  2. Memerlukan perawatan ekstra  dibandingkan keramik karena mudah kusam.
  3. Diperlukan pisau khusus untuk pemotongan karena keras dan tebal.
  4. Harga mahal.
  5. Warna tidak bisa sama. Sebaiknya diperhitungkan berapa jumlah yg dibutuhkan serta kelebihannya karena dalam proses pembakaran bisa menyebabkan perbedaan warna.
  6. Warna dan corak terbatas.

Marmer

Marmer adalah lantai yang terbuat dari batu alam asli yan dipotong lembaran besar, memiliki tekstur khas, motif khas dan harga yang cukup mahal. Marmer jika akan digunakan sebagai lantai perlu dipotong ulang sesuai ukuran yang kita kehendaki dan setelah terpasang kemudian dilakukan proses poles agar mendapatkan hasil kinclong. Marmer yang berpori-pori relatif besar membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini karena marmer mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan.

  • Kelebihan marmer

  1. Ukuran tidak terbatas.
  2. Tidak gampang melenting.
  3. Sambungan nat lebih kecil sehingga terlihat lebih menyatu.
  4. Dengan ukuran yang lebih besar, ruangan jadi tampak lebih luas.
  5. Marmer bersifat dapat menyimpan dingin dalam waktu yang cukup lama, sehingga dapat menyejukkan ruangan.
  6. Tahan api dan lebih mampu menahan beban yang berat dibandingkan jenis lain.
  • Kekurangan marmer

  1. Marmer sulit dibersihkan apabila terkena kotoran.
  2. Memerlukan perawatan ekstra dibandingkan keramik karena mudah kusam dan harus dipoles lagi.
  3. Memerlukan pisau khusus karena keras dan tebal, setelah dipasang marmer harus dipoles lagi.
  4. Harga relatif mahal.
  5. Warna tergantung pada alam.

Terazzo

Terazzo adalah lantai yang terbuat dari serbuk, serpihan ataupun pecahan granit, marmer, kaca atau batu. Terazzo dibuat dengan proses pencampuran bahan, dicetak dan dibakar kemudian ketika dipasang butuh proses akhir yaitu poles agar mengkilap.

  • Kelebihan terazzo

  1. Memiliki warna dan motif yang bervariasi.
  2. Tidak menimbulkan alergi.
  3. Mempunyai kekuatan yang cukup tinggi.
  4. Tidak mudah terbakar.
  • Kekurangan terazzo

  1. Harus dipasangkan oleh yang sudah professional dibidangnya.
  2. Mudah berlumut apabila terkena air terus menerus.
  3. Tidak nyaman apabila berjalan dengan kaki telanjang.

 

Tegel

Tegel terbuat dari campuran bahan semen dan pasir beton, dan diatasnya disiram aci supaya halus. Memiliki ketebalan hingga 2,5 cm, sehingga cukup berat mengangkatnya. Lantai tegel dapat ditemukan pada rumah-rumah lama yang umumnya berada di Indonesia. Warna lantai tegel dipasaran beragam, mulai dari abu-abu, merah, biru, kuning dan lain sebagainya, lantai tegel berukuran 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 cm.

  • Kelebihan tegel

  1. Harga relatif murah.
  2. Pemasangan yang mudah.
  3. Memberikan kesan sejuk.
  • Kekurangan tegel

  1. Lantai tegel jika terkena asam (cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk dibersihkan.
  2. Cukup berat.

Parket

Parket adalah lantai yang terbuat dari kayu, serbuk kayu ataupun bahan sintetis bermotif kayu. Parket ada tiga macam yaitu yang pertama adalah parket kayu solid terbuat dari kayu alami yang dipotong berdasarkan ukuran ketebalan lebar panjang untuk lantai, yang kedua adalah parker laminating flooring yang terbuat dari serbuk kayu dan yang ketiga adalah parket sintetis (WPC Wood Plastic Composite) bahan terbuat dari biji plastik dan diproses membentuk serat serta sangat tahan air, panas, hujan dan tidak memubutuhkan perawatan khusus dibandingkan parket bahan kayu/serbuk kayu.

  • Kelebihan parket

    1. Lantai parquet lebih lunak sehingga aman untuk balita.
    2. Lebih bersih, kotoran tidak dapat melekat baik untuk penderita alergi debu.
    3. Tidak menyerap dingin, baik untuk penderita reumatik.
    4. Tidak dapat pecah/retak.
    5. Tidak dapat bernoda.
    6. Kedap suara.
  • Kekurangan parket

    1. Tidak tahan terhadap air, daya serap tinggi.
    2. Membutuhkan perawatan yang apik. Bahan dasar kayu lebih mudah rusak terutama karena faktor kondisi kelembapan dan cuaca.
    3. Memiliki varian corak dan warna yang terbatas.
    4. Biaya pemasangan lebih mahal dari keramik, karena harganya memang jauh lebih mahal dari keramik.
    5. Dalam pengerjaannya, harus menggunakan mata pisau khusus yang harganya cukup mahal untuk memotong granit.

Epoxy

Lantai epoxy merupakan proses pelapisan lantai dengan cat epoxy. Cat ini menghasilkan tampilan lantai yang lebih rapih dan mengkilap. Lantai ini sering digunakan untuk gudang, pabrik, bengkel ataupun garasi.

  • Kelebihan epoxy

  1. Memiliki variasi warna dan motif.
  2. Dapat dibuat sesuai ruangan.
  3. Permukaannya tampak rapih, bersih, dan mengkilap.
  4. Tidak menyerap air dan tidak licin.
  5. Perawatan yang mudah.
  • Kekurangan epoxy

  1. Tidak tahan terhadap goresan kecuali ada lapisan lagi diatasnya.
  2. Mudah retak.
  3. UV dapat menyebabkan perubahan warna

Sumber: Scdc Binus, Lamudi, Hakimhomin.

Baca Juga: Mengingat Kembali Apa Itu Seni Patung

Interior

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!