Arsitektur hijau atau yang dikenal secara global dengan sebutan Green Architecture merupakan salah satu aliran arsitektur yang berfokus pada arsitektur yang ramah lingkungan. Beberapa poin pentingnya seperti meminimalisasi konsumsi sumber daya alam, efisiensi energi, penggunaan air yang bijak dan berkelanjutan, dan material non polusi serta daur ulang.

Secara umum, green architecture merupakan implementasi penerapan kondisi lingkungan hijau dan ramah lingkungan kedalam segi bangunan. Sebelum kita mengenal apa itu arsitektur hijau pada bangunan, ada baiknya kita mengenal pengertian dari arsitektur hemat energi.

Pengertian Arsitektur Hemat Energi

Arsitektur hemat energi merupakan bentuk implementasi environmental design dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan alami dan buatan, agar terjadi penghematan energi baik dari segi sumber energi maupun konsumsi energi.

Jadi untuk penerapan pada desain bangunan hemat energi, perancangan bangunan harus diminimalkan penggunaan energinya. Tanpa membatasi fungsi bangunan maupun kenyamanan atau produktivitas penghuninya.

Tipologi Arsitektur Hijau

Arsitektur hijau BUKAN berarti tampilan bangunan ditutupi vegetasi atau bahkan bernuansa warna hijau. Arsitektur hijau lebih berupa solusi desain sebagai salah satu wujud implementasi usaha ke arah lingkungan yang tetap hijau melalui pelestarian SDA & energi.

Arsitektur hijau juga menjadikan pelestarian lingkungan dengan dampak positif penghematan energi serta peningkatan kualitas kesehatan manusia & lingkungannya.

Tujuan Arsitektur Hijau

Bangunan hijau atau green architecture building adalah satu pendekatan pembangunan bangunan yang didasarkan atas prinsip-prinsip ekologis. Pendekatan ini dipilih berdasarkan kenyataan bahwa selama ini 50% sumberdaya alam dipakai untuk bangunan dan 40% energi dikonsumsi bangunan. Sementara itu lebih dari 50% produksi limbah berasal dari sektor bangunan. Kenyataan ini menunjukkan adanya ketidak seimbangan lingkungan yang berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan dan kehidupan manusia.

Ada dua tujuan utama penerapan green architecture building, yaitu :

  • Meminimalkan pemakaian energi dan sumber daya, terutama yang berasal dari sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, misalnya bahan tambang.
  • Meminimalkan emisi (buangan) yang berasal dari proses konstruksi, pemakaian dan pembongkaran bangunan.

Keuntungan dari Arsitektur Hijau

  • Konservasi SDA – energi, air, material (resources conservation-energi, water, material)
  • Penghematan biaya operasional bangunan (monetary saving)
  • Minimalisir dampak negative bangunan terhadap kesehatan manusia (reducing negative building impact to human health)
  • Pelestarian lingkungan (environtment conservation)
  • Penurunan suhu lingkungan perkotaan (reducing heat island)

Solaris Singapore

Solaris merupakan gedung perkantoran setinggi 16 lantai yang terletak dipusat bisnis Fusionopolis, Singapura. Solaris berdiri sebagai demonstrasi dramatis dari kemungkinan yang melekat dalam pendekatan Green Architecture untuk desain bangunan.

Gedung Solaris terdiri dari dua blok menara yang dipisahkan oleh atrium pusat berventilasi besar. Lantai kantor dihubungkan oleh serangkaian sky bridge yang menjangkau atrium di lantai atas bangunan.

Bangunan ini akan menjadi titik fokus yang menerus sebagai penghubung melalui pengenalan ruang interaktif terbuka. Penggunaan skylight pada bukaan jendela serta halaman untuk cahaya alami sebagai ventilasi .

Dengan infrastruktur lingkungannya yang luas, fitur desain yang berkelanjutan serta konsep green architecture vertikal menjadikan Gedung Solaris sangat inovatif. Solaris juga berusaha untuk meningkatkan ekosistem tanaman sebagai pembentuk sirkulasi dan facade bangunanya.

Spiral tanaman sepanjang 1,5 km mengelilingi bangunan, sebagai sun shading dan perolehan cooling effect. Serta penggunaan sirip almunium pada setiap sisi bukaan pada bangunan, mereduksi panas dari sinar matahari.

Peletakan area hijau mengelilingi seluruh fasade bangunan, berfungsi sebagai buffer atau pelindung panas. Hal ini dikarenakan reduksi energi yang terdapat dari sinar matahari dapat dioptimalkan secara baik. Baik secara fungsi maupun aktivitas dari penggunanya.

Sistem Utilitas

Sarana utilitas pada Gedung Solaris Singapore terdiri dari pengolahan air hujan berskala besar, dimana air hujan yang dikumpulkan berasal dari perimeter landscape ramp dan atap tower kedua.

Air hujan ini disimpan di dalam tangki yang terletak pada rooftop dan lantai basement terbawah. Jika ditotal, bangunan ini dapat menampung sekitar 700 m3 air hujan, sehingga sistem utilitas pada area vegetasi dapat dilakukan dengan air hujan yang telah ditampung.

Sumber : Green BuildingGreen Design, Verdant.id