Gaya desain industrial kerap dianggap identik dengan gaya desain interior unik yang banyak digunakan pada kafe atau beberapa bangunan komersial seperti ruang-ruang perkantoran. Sementara pada bangunan residensial, sangat jarang digunakan.

Industrial adalah soal ekspos. Elemen-elemen struktural dari sebuah bangunan yang dipamerkan. Memperlihatkan tampilan yang seolah setengah jadi, belum selesai, namun tampak sangat kohesif dan edgy. Adapun berbagai macam elemen dasar dari industrial meliputi :

Lantai

Pada elemen dasar interior, material yang digunakan adalah lantai parket atau lantai acian, dan tidak menggunakan lantai keramik atau lantai granit

Kayu Lapuk

Elemen lantai kayu menambah kesan nostaljik dan hangat pada rumah. Kayu juga dapat digunakan sebagai dinding panel, bingkai jendela, meja, atau sekedar hiasan.

Sistem Bangunan

Saluran pipa air, listrik, pemanas, ventilasi, dan pendingin udara biasanya dibiarkan terekspos pada bangunan pabrik-pabrik industrial. Namun, sudah banyak juga sekarang pabrik yang lebih mengedepankan fungsional bangunan sehingga elemen tersebut disembunyikan di dalam dinding. Akan tetapi, tidak semua saluran pipa cocok ditempatkan di dalam interior rumah. Gunakan pipa-pipa kecil sebagai tempat gantungan baju atau untuk menggantung perabotan diarea dapur.

Batu Bata

Batu bata sering sekali digunakan sebagai material bangunan dengan gaya industrial. Batu bata sendiri telah lama dikenal karena daya tahan dan umurnya yang panjang. Batu bata biasanya dibiarkan terlihat seperti aslinya dan tidak di finishing.

Pencahayaan

Lampu yang digunakan biasanya berkesan industrial, mulai dari neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Lampu gantung yang dicat dengan warna porselen atau yang menggunakan penutup alumunium menjadi ciri khas lampu dari pabrik-pabrik tua.

Beton

Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.

Baja

Sering kita temukan tiang atau balok dengan material baja di dalam pabrik-pabrik industri. Material baja ini pun tidak repot-repot disembunyikan di dalam dinding dan dibiarkan terekspos di dalam ruangan. Tambahkan sentuhan industri dengan menggunakan aksesoris atau furnitur yang terbuat dari baja

Furniture Daur Ulang

Material bekas atau recycle sering digunakan dalam konsep arsitektur industrial. Kotak besi bekas, pipa bekas, perangkat-perangkat mekanis, ubin, dan benda-benda keras lainnya dapat menjadi pilihan untuk Anda menciptakan suasana industrial di rumah. Konstruksinya yang kuat dapat digunakan untuk dijadikan perabotan yang kreatif dan unik.

Warna

Beberapa material bangunan biasanya dibiarkan sama seperti aslinya atau dicat dengan warna yang sama agar terlihat monokrom. Namun pada bagian lain seperti furnitur atau hiasan, dapat menggunakan warna cerah.

Ornamen

Bentuk ornamen atau pola yang ada pada desain industrialis tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan pada desain modern dan minimalis, yaitu garis-garis tegas dan tegak lurus. Pola ini membuat desain industrialis tetap terlihat modern walaupun sering menggunakan material yang natural dan terkesan tua.

Nah, itulah beberapa elemen dan fungsi dari konsep industrial pada interior ruang… Bagaimana pendapat anda? apakah tertarik mengaplikasaikan pada desain hunian atau bangunan lainya yang anda desain?

Sumber : Industrial DesignInterior Design