Dinding merupakan salah satu elemen dalam sebuah bangunan, yang memiliki fungsi memisahkan dan membentuk sebuah ruang.  Pada dasarnya dinding terbagi menjadi dua, ada dinding eksterior yaitu pembatas antara ruang dalam rumah dengan luar rumah dan dinding interior sebagai peyekat antar ruangan dalam rumah.

Fungsi lainnya dari dinding yaitu sebagai pembentuk daerah fungsi (zoning) dalam sebuah bangunan. Misalnya saja ruang tamu dengan ruang keluarga dipisahkan oleh sebuah dinding sehingga masing-masing ruangan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Kemudian dinding juga bisa menambah keindahan pada bangunan, tak jarang kita melihat dinding rumah yang di desain sedemikian rupa agar bangunan tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Namun taukah kamu jika dinding memiliki beberapa jenis material. Setiap bahan material mempunyai karakteristiknya masing-masing, untuk itu kita bisa menyeesuaikan dengan fungsi dan keinginan kita. Lantas apa saja jenis-jenis material dinding? langsung saja simak penjelasannya berikur ini:

  1. Material Dinding Kayu Papan

Pernahkah melihat rumah dengan dinding berbahan dasar kayu? Jika di kota-kota besar sudah jarang kita melihatnya, namun jika jalan-jalan ke daerah pedesaan kita masih bisa menemukannya, rumah panggung dinding kayu yang sederhana.

Tampilan bangunan yang alami memberi kesan sederhana dan elegan, namun di samping itu terdapat kekurangan, misalnya saja harganya relatif mahal, rawan terhadap serangan hama mulai dari rayap sampai serangga pemakan kayu, tidak tahan kelembaban dan mudah terbakar. Jadi pertimbangkan baik-baik ya.

2. Batu Bata Merah

Pada umumnya rumah-rumah atau bangunan gedung di Indonesia dindingnya terbuat dari batu bata. Ada yang dilapisi lagi dengan plesteran setebal 2-3cm, acian, dan cat atau wallpaper sebagai sentuhan terakhir. Namun ada juga yang tidak dilapisi lagi dengan plesteran sepeti contoh gambar di atas. tergantung selera masing-masing.

Penggunaan dinding batu bata memiliki beberapa kelebihannya di antaranya, tergolong material yang kuat dan tahan lama. Mampu menjaga suhu udara dalam ruangan, cocok untuk dinding permanen dan yang tak kalah penting harganya relatif murah dan terjangkau.  Disamping kelebihan terdapat kekurangan yaitu, memerlukan waktu dalam pemasangannya, bukan termasuk material yang instan sehingga perlu banyak tahap untuk finishing.

3. Batu Hebel (Bata Ringan)

Kini, material bangunan berbobot ringan semakin populer di tengah masyarakat. Bahkan penggunaan bata ringan menyaingi batu bata konvensional (bata merah). Wajar saja bila banyak yang menggunakannya, karena bata ringan ini terbuat dari campuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum dan aluminium pasta. Sehingga tampilannya solid, halus, ukurannya lebar dan warnanya abu-abu terang.

Kelebihan dari bata ringan ini proses finishingnya mudah, pengerjaannya tergolong cepat, dan memiliki kekedapan suara yang tinggi. Adapun kekurangannya harganya tergolong mahal dan pemasangannya memerlukan tenaga ahli karena memiliki kesulitan yang tinggi.

Baca juga: Inspirasi Cat Interior Rumah Minimalis, Keren Abis

4. Material Dinding Batako

Batako merupakan bahan untuk membuat dinding yang terbuat dari campuran semen dan pasir yang dicetak dengan ukuran tertentu. Banyak orang yang tidak terlalu suka menggunakan batako, pasalnya bahan ini cenderung menyerap panas, sehingga suhu di dalam ruangan akan terasa panas.

Jika tadi kekurangannya cenderung menyerap panas, maka kelebihannya batako memiliki ukuran lebih besar sehingga waktu pemasangannya lebih singkat dari pada pemasangan batu bata.

5. Material Dinding GRC

Selanjutnya jenis dinding GRC, material ini terbuat dari serat fiber glass yang dicampur dengan semen dan pasir. Memiliki ketebalan sekitar 5cm hingga 10cm. Penggunaan GRC ini seringkali dipakai sebagai pemisah ruangan atau dinding partisi.

Bukan hanya sebagai dinding, GRC ini bisa digunakan untuk plafond ruangan, karena tahan terhadap lapuk dan rayap serta jamur sehingga tahan lama. Namun dari segi kekuatan GRC tidak mampu menerima beban berat.

Nantikan part 2 nya, karena masih ada beberapa jenis-jenis material dinding yang belum di bahas pada artikel kali ini.

Sumber: Rumah Idolaku 99.co