3 Tahap Pembangunan Rumah Tinggal

Dari berbagai referensi umumnya ada 3 tahap pembangunan rumah tinggal setelah persiapan dilakukan. Tahap pembangunan ini meliputi persiapan konstruksi hingga finishing. Namun setelah semua proses ini selesai, rumah masih belum layak untuk dihuni. Hal ini disebabkan sebelum dihuni sebaiknya semua pekerjaan sudah fix 100%. Oleh karena itu, baik sebagai konsumen maupun kontraktor memiliki checklist yang sama. Poin-poin pekerjaan akan membantu kedua belah pihak memahami sampai dimana tugas kontraktor dan hak yang diperoleh konsumen.

Artikel ini merupakan tulisan lanjutan dari persiapan yang perlu dilakukan sebelum anda membangun rumah. Silahkan klik gambar dibawah ini jika anda belum membacanya :

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membangun Rumah

Sebagai catatan kita bersama berikut ini mari kita jabar kan proses yang terjadi dalam pembangunan rumah tinggal dengan ;

1. Tahap persiapan dari 3 tahap pembangunan rumah tinggal

Pada tahap ini beberapa tenaga ahli sebaiknya dilibatkan, seperti teknik Geodesi, teknik sipil dan arsitek. Sebelum proses konstruksi dilakukan hal yang pertama perlu dilakukan adalah sebagai berikut

  1. Pembersihan dan persiapan lahan. Proses ini sangat tergantung pada kondisi lahan yang akan dibangun. Misalnya lahan gambut perlu pengurasan air dan penimbunan terlebih dahulu, atau lahan lereng perlu diratakan keseluruhan atau sebagian sebelum dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses ini intinya adalah mempersiapkan lahan agar proses konstruksi dapat dilakukan.
  2. Setelah lahan bersih dan siap menerima pekerjaan konstruksi tahap selanjutnya adalah pengukuran dan sondir. Pengukuran sebaiknya dilakukan secara professional oleh ahli teknik Geodesi. Selain hasil yang akurat, pengukuran yang dilakukan oleh ahli dapat diminta per-tanggung jawabannya. Setelah dilakukan pengukuran beberapa kondisi lahan baru dapat di analisa dengan sondir pada tahap ini, karena telah melalui proses pengeringan dan pemadatan.
  3. Hasil pengukuran yang sudah dilakukan dapat dimanfaatkan untuk administrasi pada izin dan digunakan oleh teknik Sipil untuk menentukan titik boplang dan struktur sesuai gambar kerja yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
  4. Selain boplang dan struktur, penggalian sumur, pemipaan awal dan septitank adalah pekerjaan yang sebaiknya dilakukan di tahap ini untuk banyak kondisi lahan di Indonesia. Hal ini dapat menunjang ketersediaan air untuk bekerja dan tidak mengganggu kerapihan bangunan saat pembangunan.
  5. Tahap akhir dari persiapan adalah menyiapkan lahan untuk bekerja meliputi tempat para pekerja (bedeng) material dan peralatan. Pada tahap ini juga dapat ditambahkan penetapan sirkulasi konstruksi, pembuatan pagar area pekerjaan dsb.
  6. Tahap tambahan dari proses ini adalah tahap evaluasi gambar kerja yang sudah dibuat sebelumnya hasil kerjasama antara teknik sipil dan arsitek. Perubahan-perubahan pada titik hasil pengukuran akhir dan sondir dapat mempengaruhi feasibility study awal yang sudah diterapkan pada gambar.

2. Konstruksi

Setelah semua persiapan selesai, tahap kedua yang merupakan tahap utama sudah dapat dilakukan yaitu tahap konstruksi. Tahap ini secara umum adalah tahap pembangunan dari bawah yaitu pondasi hingga atap. Pekerjaan ini secara umum melibatkan ahli sipil, arsitek, mechanical electrikal dan ahli bangunan dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pembuatan boplang, pondasi dan struktur. Pada tahap ini, proses pembuatan boplang, penggalian pengurugan, pengecoran pondasi dan struktur dapat dilakukan sebagai tahap awal konstruksi atau pembangunan. Pada tahap ini pemipaan awal juga dapat didahulukan agar tersambung dengan dasar pondasi.
  2. Setelah pondasi dan struktur selesai proses selanjutnya adalah pengecoran lantai dan pembuatan dinding. Pada tahap ini juga ikut serta beberapa proses detail didalamnya misalnya pemasangan listrik dasar dan pemipaan awal agar tidak terekspos saat finishing.
  3. Tahap selanjutnya dari konstruksi adalah pemasangan atap. Setelah atap dipasang, pekerjaan-pekerjaan detail didalam rumah dapat dilanjutkan karena sudah dapat membantu melindungi pekerjaan tersebut dari terik matahari langsung atau hujan.
  4. Setelah atap dipasang, pekerjaan penyelesaian instalasi air bersih dan kotor dilanjutkan. Kusen pintu dan jendela sudah dapat dipasang, plafon dapat dikerjakan dan Kelistrikan dapat juga dapat dilanjutkan.
  5. Tahap akhir dari konstruksi adalah penyelesaian pekerjaan dengan pengacian dinding dan lantai hingga finishing konstruksi dan pembersihan sebelum dilanjutkan pada tahap selanjutnya.
  6. Tahap yang tidak kalah penting diakhir pekerjaan adalah evaluasi teknis melalui gambar kerja arsitektur dan sipil.

3. Tahap finishing dalam 3 tahap pembangunan rumah tinggal

Tahap akhir dari pembangunan rumah adalah pekerjaan-pekerjaan yang bersifat perapihan dan make up yang meliputi cukup banyak detail yang sama sekali tidak dapat diabaikan. Pada tahap ini biasanya pekerjaan ahli sipil sudah selesai dan dilanjutkan oleh arsitek, mechanical electrical, plumbing atau pemipaan dan interior. Berbagai pekerjaan ini terdiri dari :

  1. Pemasangan komponen interior melekat. Pekerjaan dapur dan kamar mandi merupakan pekerjaan interior yang sebaiknya dilakukan pada awal pekerjaan finishing sebuah rumah. Namun penyelesaiannya baru dapat dilakukan setelah pekerjaan lantai diselesaikan. Pekerjaan interior awal pada kamar mandi misalnya pemasangan shower, bak, wastafel, bathtub dsb. Pada dapur adalah meja dapur dan wastafel.
  2. Penyelesaian pekerjaan dinding. Pengerjaan dinding dapat dikatakan selesai jika dinding sudah di cat atau dilapisi material akhir yang melekat padanya. Tidak lupa pula berbagai aksesoris kelistrikan yang menempel disana. Dinding dapat diselesaikan dengan pemberian tekstur, di cat atau diberi material lain seperti batu alam, kayu dan sebagainya. Aksesoris terpasang pada dinding yang penting seperti saklar lampu, colokan listrik atau colokan lan (internet) pada rumah awam saat ini. Tidak lupa pada pengerjaan dinding juga adalah pemasangan pintu dan jendela yang tidak kalah krusial dibandingkan yang lain.
  3. Penyelesaian pekerjaan plafon. Plafon merupakan lapisan bawah dari atap yang bukan hanya menutupi struktur atap dan jalur listrik tetapi juga sebagai tempat berbagai aksesoris seperti lampu, ac hingga keran pelindung kebakaran dirumah anda.
  4. Setelah dinding dan plafon diselesaikan penyelesaian pekerjaan lantai baru dapat dilanjutkan. Lantai bukan hanya sebagai pemanis tetapi secara teknis merupakan tutupan dari peralatan rumah seperti pipa bahkan kelistrikan. Pemilihan finishing lantai juga perlu memperhatikan aspek teknis tergantung ruangan didalam rumah.

Setelah semua tahap konstruksi selesai, rumah seharusnya sudah dapat dikatakan 75% selesai. Namun demikian rumah belum berubah menjadi hunian yang layak untuk ditempati karena berbagai detail yang lain masih perlu dikerjakan.

Sebelum rumah di serah terima kan pada konsumen, beberapa hal penting harus dipastikan sudah berfungsi. Listrik sudah terpasang, air sudah mengalir, telpon rumah dan internet jika perlu. Hal tersebut belum termasuk taman dan pagar jika sudah disepakati di awal atau menjadi pekerjaan tambahan bagi kontraktor.

5 Proses Finishing Pada Pembangunan Rumah