Bisnis properti tidak pernah karam oleh berbagai permasalahan yang terjadi di sebuah negara. Bisnis ini seolah tidak gentar dengan ancaman yang menimpa perekonomian maupun politik. Bahkan di era-era krisis sekali pun, para pengusaha properti bisa bertahan cukup lama dan selalu bangkit kembali mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi, bisnis properti juga mengalami persaingan yang ketat, sebab permintaan masyarakat selalu mengalami perubahan yang cukup signifikan di setiap era. Salah satunya adalah mengenai berubah-ubahnya minat terhadap desain properti yang sedang populer di kalangan konsumen. Sebagai salah satu pelaku dalam bisnis jenis ini, sebaiknya Anda pun tahu tentang pentingnya desain dalam bisnis properti.

Desain dan Arsitektur adalah Instrumen Penting dalam Perkembangan Bisnis Properti

Masyarakat modern, semakin mengalami kesulitan dalam hal kepemilikan lahan. Terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi. Untuk mengatasi hal itu, sejumlah pengusaha properti berusaha memutar ide untuk membuat hunian dari lahan terbatas tetapi dengan desain yang apik dan diminati konsumen. Dalam hal ini, jasa arsitek akan sangat dibutuhkan. Bisnis properti tanpa arsitek sama saja dengan penjual makanan yang tidak tahu cara memasak tapi tidak mau memakai jasa koki. Hasilnya? Tentu makanan akan terasa tidak enak, tidak akan bisa menarik konsumen dalam skala besar.

Tidak hanya itu, peminat properti sekarang ini juga tidak begitu mempermasalahkan luas lahan. Mereka lebih berminat pada properti yang praktis, dengan desain modern, dan tidak memakan banyak tempat. Peran arsitektur dalam hal ini bisa menghasilkan karya yang tidak hanya bisa digunakan, tetapi juga mampu menggali sisi emosional konsumen. Mulai dari desain interior dan eksterior harus memberikan nilai fungsi sekaligus estetika.

Minat konsumen yang selalu berubah pada properti juga mengharuskan para pelaku bisnis ini mampu melihat peluang di masa depan. Seperti misalnya, siapa kiranya target konsumen untuk 5 tahun mendatang, apakah dari masyarakat milenial atau kalangan lain. Hal lainnya adalah berkaitan dengan kemampuan membeli masyarakat. Harga rumah dalam kisaran tertentu biasanya selalu mengalami penjualan yang stabil. Contohnya saja rumah dengan harga 700 jutaan, biasanya masih sering diincar konsumen meskipun perekonomian negara sedang sedikit bermasalah. Kemungkinan karena harganya tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah untuk mendapatkan rumah yang nyaman.

Hal yang Dilihat Konsumen Dalam Membeli Properti

Seperti yang sudah dijabarkan bahwa minat konsumen terhadap properti seperti rumah cenderung berubah seiring waktu, tergantung zaman dan mode yang saat itu sedang berkembang. Namun, konsumen biasanya melihat dari beberapa hal sebelum membeli rumah.

Pertama adalah tata letak perumahan. Tata letak dan lingkungan perumahan akan sangat memengaruhi harga properti yang ditawarkan. Perumahan dengan desain yang dianggap unik, praktis, memberikan suasana berbeda, biasanya cenderung lebih disukai. Penataan taman dan sudut-sudut tertentu akan membuat perumahan tersebut memiliki kesan yang berbeda. Untuk itulah mengapa sangat penting untuk mengomunikasikannya dengan arsitek professional.

Hal lainnya adalah desain interior dari perumahan yang ditawarkan. Apakah masyarakat sekarang masih suka membuat kolam renang di dalam ruangan, atau kini berganti dengan mini garden untuk memberi nuansa yang lebih asri. Bahkan tata letak dapur pun harus dipikirkan dengan matang. Apalagi untuk rumah dengan luas yang segitu-gitu saja, kamar pun bentuknya persegi, tidak pernah berubah. Yang membuat berbeda adalah bagaimana cara Anda bisa membuat kamar yang hanya persegi itu menjadi ruangan yang tidak biasa.

Dari semua keterangan tersebut, dapat Anda simpulkan sendiri bagaimana pentingnya desain dalam bisnis properti. Tanpa desain yang menarik, bisnis Anda akan tergerus oleh pesaing yang lebih inovatif.