Memilih Lahan Yang Baik Untuk Pembangunan
Lahan merupakan tempat dimana rumah yang ingin anda bangun ditempatkan. Pemilihan lahan sangat penting sehingga perlu memperhatikan aspek-aspek teknis dan non teknis sebagaimana yang ada pada artikel ini.

Memilih lahan yang baik untuk pembangunan rumah membutuhkan sedikit banyak pertimbangan. Bahkan jika anda sudah memiliki lahanpun, anda sebaiknya memeriksa apakah lahan tersebut sudah layak untuk dibangun rumah untuk saat ini. Lahan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap teknis pembangungan rumah. Bahkan lahan juga dapat mempengahuri aspek psikologis penghuninya saat ditempati. Oleh karena itu pemilihan lahan untuk dibangun rumah harus memperhatikan berbagai aspek penting, terutama kebutuhan anda. Beberapa aspek dari kelayakan tersebut merupakan aspek yang krusial, sedangkan yang lain bisa jadi opsional. Untuk itu kami membagi pertimbangan tersebut kedalam dua garis besar yaitu Teknis dan Non teknis.

Pertimbangan dalam pemilihan lahan untuk pembangunan rumah tinggal merupakan 1 dari 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun rumah

1. Pertimbangan teknis dalam memilih lahan yang baik untuk pembangunan rumah

Aspek teknis dalam pemilihan lahan merupakan berbagai pertimbangan kelayakan yang dapat mempengaruhi pengolahan lahan hingga mudahnya akses. Pertimbangan-pertimbangan ini juga dapat memberikan dampak yang disignikan terhadap tindakan teknis lain yang perlu diambil dalam pengolahannya. Berikut ini beberapa hal yang termasuk pertimbangan teknis dalam pemilihan lahan.

a. Letak Strategis

Letak strategis dapat mempengaruhi banyak hal. Faktor ini merupakan poin yang juga paling sering berkaitan dengan harga tanah tersebut. Banyak aspek yang membuat lahan dapat disebut strategis seperti :

    • Jarak dengan hunian lain. Jarak dengan hunian lain memberikan gambaran tentang fungsi lahan yang telah ditetapkan pemerintah dan ketertarikan orang lain untuk membeli lahan di area tersebut untuk dibangun hunian.
    • Jarak dengan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, jalan, transportasi dan sebagainya. Akses yang dekat dengan fasilitas umum memberikan banyak kemudahan dan tentunya banyak orang yang ingin mendapatkan kemudahan tersebut. Demand yang tinggi terhadap tempat dengan akses yang baik memiliki pengaruh yang besar terhadap harga lahan tersebut.
    • Jarak dengan logistik pembangunan. Semakin banyak logistik yang dapat diakses dari tempat pembangunan, semakin besar kemungkinan memberikan kelancaran terhadap pembangunan yang sedang dilakukan.
    • Posisinya di daerah tersebut. Setiap daerah memiliki RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) tersendiri. Peruntukan area ini memiliki dampak besar terhadap komersialitas suatu tempat dan lain sebagainya.

Kriteria ini juga mempengaruhi keamanan baik saat pembangunan maupun setelah ditinggali

b. Luas dan bentuk lahan

Luas dari suatu lahan mempengaruhi luas bangunan yang dapat dan boleh dibangun berdasarkan peraturan pemerintah. Sedangkan bentuk lahan akan mempengaruhi bentuk layout hingga denah yang ada didalam rumah.

c. Karakteristik Lahan

Karakteristik sebuah lahan merupakan aspek teknis yang berpengaruh besar terhadap teknik pengerjaan yang tepat pada rumah. Mengabaikan hal ini bisa berdampak sangat fatal pada kekuatan dan durabilitas hunian yang anda buat. Secara umum karakteristik lahan dapat dilihat dari berbagai hal berikut

    • Kekerasan. Kepadatan tanah sering dipengaruhi oleh volume air yang terkandung didalam tanah, tebal masing-masing sendimen serta kondisi iklim yang ada didaerah tersebut. Lahan batu atau kapur dapat dikategorikan sebagai lahan yang keras namun tidak ideal untuk pembangunan. Sedangkan tanah biasa yang padat yang mengandung sedikit air lebih mudah dibangun.
    • Topografi. Topografi berkaitan dengan kecuraman lereng dan kontur yang ada pada lahan yang ingin dibangun. Kemiringan lahan yang ekstrim sering kita temui pada daerah pegunungan. Sedangkan daerah dataran rendah umumnya hanya memiliki sedikit kontur dan lebih mudah dikerjakan.
    • Material penyusun. Tanah dan batu adalah salah satu material penyusun lahan. Namun demikian tidak semua lahan disusun dari dua material tersebut. Secara ekstrim daerah kutub selatan misalnya tidak mengandung tanah. Material penyusun juga berkaitan erat dengan sendimen. Material-material dan komposisinya pada lahan juga bisa bervariasi pada tiap lahan. Material penyusun lahan yang umum kita temukan di Indonesia seperti tanah, tanah liat, air, batu, pasir dan sebagainya.
    • PH atau keasaman. PH tanah memiliki dampak besar pada dua hal; pertama air yang dihasilkan serta material pondasi yang sebaiknya dipilih. PH yang tinggi sering merusak material logam sehingga lahan dengan karakteristik ini sebaiknya menggunakan beton dari pada baja.

d. Ketersambungan dengan fasilitas vital

Jalan, listrik, PAM, jaringan telpon dan internet merupakan fasilitas vital yang  perlu tersambung pada rumah. Ketersediaan fasilitas tersebut juga ditentukan letak lahan yang anda pilih untuk pembangunan rumah atau potensi ketersambungannya dimasa yang akan datang ke lahan anda.

e. Faktor alam lainnya

Iklim dan cuaca merupakan faktor alam yang juga penting untuk diperhatikan. Daerah dengan iklim kering memerlukan perhatian dan fasilitas yang berbeda dengan daerah yang beriklim sedang atau basah. Volume matahari, suhu dan panjangnya siang juga dapat mempengaruhi cara pembangunan dan pengeresan pada proses konstruksi.

Semua faktor-faktor teknis merupakan pertimbangan-pertimbangan yang dapat diukur atau dihitung dan mempengaruhi perhitungan baik keuangan maupun teknis. Dalam proyek yang lebih besar faktor-faktor ini dapat dimasukkan dalam FS atau Feasibility Study. 

2. Pertimbangan non teknis yang tidak bisa diabaikan

Faktor hukum yang berlaku yang berasal dari Peraturan Pemerintah Pusat maupun Daerah, dana yang anda miliki hingga pertimbangan personal yang perlu anda perhatikan atau soal kepercayaan yang anda anut tentunya tidak pula dapat anda sepelekan. Berbagai faktor non teknis ini terkadang bisa menjadi faktor penentu dari pemilihan lahan yang akan anda olah atau lakukan. Berikut beberapa hal non teknis yang bisa mempengaruhi keputusan anda

a. Legalitas dan sertifikasi

Berada pada wilayah hukum Republik Indonesia, kepemilikan dan tipe pengolahan yang dapat anda lakukan pada lahan harus ditandai secara administratif melalui sertifikat. Dalam pembelian tanah faktor ini tidak bisa diabaikan. Tanah yang bersertifikat kepemilikan dan berizin untuk dapat dibangun hunian, dibayar pajaknya serta bebas dari permasalahan sengketa tentunya dapat dikatakan paling ideal secara administrasi.

b. Status lahan dan Peraturan Pemerintah

Setiap daerah memiliki peraturan yang disebut RTRW seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Tidak semua area dapat dilakukan pembangunan perumahan. Selain itu masing-masing pemerintah daerah juga memiliki peraturannya sendiri-sendiri tentang persentase maksimal jumlah area yang boleh dibangun pada lahan.

c. Budget

Kembali lagi kepermasalahan uang. Lahan yang paling baik untuk anda bangun rumah tentunya lahan yang mungkin sudah anda miliki saat ini. Jika anda belum memilikinya maka sebaiknya tetap berpedoman pada budget yang anda miliki.

d. Pertimbangan pribadi

Harus menghadap ke Matahari terbit, jangan beli tanah di tusuk sate atau memperhatikan letaknya secara fengsui dan sebagainnya. Atau mencari lahan yang dekat dengan keluarga, tempat bekerja atau ditengah hutan agar anda tidak perlu bersosialisasi merupakan preferensi masing-masing pribadi. Silahkan anda masukkan sebagai pertimbangan anda dalam memilih lahan yang ingin anda bangun.

Pertimbangan-pertimbangan diatas merupakan pertimbangan yang umum muncul saat ingin mencari dan membeli lahan untuk dibangun rumah. Semua pertimbangan tersebut memang mau tidak mau harus anda perhatikan. Namun demikian anda juga tentunya bisa memutuskan mana yang menjadi prioritas anda dalam mencari lahan untuk hunian idaman anda.

Sumber : Asyraaf Ahmadi, Asriman, Mufi Bustomi Anam, Hukum Properti, Ready Mix