SKA atau sertifikat keahlian dalam dunia arsitektur sangatlah penting. SKA merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan atau keahlian tertentu. SKA arsitek misalnya.

Mengapa seorang arsitek harus memiliki SKA?  Karena setiap menggarap sebuah proyek arsitek diwajibkan memiliki sertifikat. Sertifikasi ini pula yang menjadi jaminan kompetensi seorang arsitek. Selain itu diatur juga dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.

Undang-Undang No. 18 Tahun 1999, tentang JASA KONSTRUKSI. Memberlakukan perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan mulai berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak diundangkan (tahun 2000).

Berbeda halnya jika anda ingin berpraktek di daerah Jakarta. Selain SKA juga harus memiliki IPTB.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 132 Tahun 2007, tentang IZIN PELAKU TEKNIS BANGUNAN (IPTB), memberlakukan seluruh perencana Arsitektur wajib memiliki IPTB untuk dapat melakukan pekerjaan perencanaan arsitektur dan mulai berlaku efektif pada 3 Maret 2008. IPTB adalah pengganti Surat Izin Bekerja Perencana (SIBP) yang telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, kecuali SIBP yang telah diterbitkan dinyatakan tetap berlaku sampai izinnya berakhir.

Langkah-langkah membuat SKA

1.  Penyerahan formulir yang telah diisi dan melengkapi lampiran

2. Menyelesaikan administrasi

3. Pengisisan 13 kompetensi

4. Verifikasi oleh tim assesment

5. Pembuatan sertifikat oleh LPJK

Syarat-syarat mengajukan permohonan SKA pada Ikatan Arsitek Indonesia

Arsitek Muda

Anggota Biasa

1.  Telah mengikuti penataran kode etik

2. Telah mengikuti 2 penataran strata (Strata 1 dan 2)

3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur

4. Pengalaman kerja minimum 4 tahun akumulatif (4 tahun pengalaman + magang)

5. Menangani 3 proyek perancangan dengan tata olah lengkap

6. Mengisi dan melengkapi formulir permohonan SKA

7. Bersedia diwawancara

8. Lunas iuran anggota

Arsitek Madya

Anggota biasa/ pemegang SKA Arsitek Muda

1.  Telah mengikuti penataran kode etik

2. Telah mengikuti minimum 4 penataran strata (strata 1, 2, 3 dan 5)

3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur

4. SKA Arsitek Muda, Pengalaman kerja minimal 2 tahun akumulatif (2 tahun setelah SKA Muda)

S1, Pengalaman kerja minimal 6 tahun akumulatif

S2/S1 + 1 th PPAr, Pengalaman kerja minimal 2 tahun akumulatif

5. Menangani 6 proyek perancangan dengan tata olah lengkap.

6. Mengisi dan melengkapi formulir permohonan SKA

7. Bersedia diwawancara

8. Lunas iuran anggota

Baca juga: Kemampuan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Arsitek Utama

Anggota biasa/Anggota pemegang SKA Arsitek Madya/ Arsitek Muda

1.  Telah mengikuti penataran kode etik

2. Telah mengikuti minimum 6 penataran strata (Strata 1 s/d 6)

3. Pendidikan minimum S1 Arsitektur

4. Pengalaman kerja minimum 12 tahun akumulatif (untuk S1)

5. Pengalaman kerja minimum 10 tahun akumulasi (untuk S1 + PPArs)

6. Menangani 10 proyek perancangan dengan tata olah lengka; 1 di antaranya dengan tingkat kompleksitas tinggi

7. Mengisi dan melengkapi formulir permohonan SKA

8. Bersedia diwawancara

9. Lunas iuran anggota

Iai.or.id