Plafon atau yang lebih akrab dengan sebutan langit-langit rumah merupakan unsur yang menjadi pembatas antara ruangan dengan atap. Beberapa fungsi plafon di antaranya, membatasi tinggi ruangan, menciptakan sirkulasi udara yang baik. Melindungi rumah dari kebocoran. Menyembunyikan kabel-kabel listrik agar letaknya tidak terlihat berantakan dan tentunya untuk menambah estetika interior rumah.

Berdasarkan fungsi yang telah disebutkan, maka tak heran jika plafon rumah terbagi kedalam beberapa jenis sesuai dengan bahan pembuatannya. Setiap jenis plafon memiliki karakternya tersendiri sehingga ada kelebihan dan kekurangannya. Lalu apa saja jenis-jenisnya? beberapa di antaranya adalah triplek, gypsum, kayu, metal, eternit, GRC dan PVC.

Yuk, simak penjelasan jenis-jenis plafon rumah berikut kelebihan dan kekurangannya

1.  Triplek

Sebelum orang-orang mengenal gypsum, plafon jenis triplek ini merupakan plafon yang banyak dicari atau menjadi favorit di kalangan masyarakat. Bahan dasar untuk membuat plafon ini adalah kayu yang digunakan sebagai rangka dan triplek dengan ketebalan 3mm, 4mm atau 6mm. Ukuran triplek yang sering dijumpai di pasaran sekitar 122cm x 244cm. Untuk pemasangannya, triplek dapat dibagi menjadi empat bagian atau bisa juga dipasang utuh tanpa dipotong.

Kelebihan

  1. Harga masih terjangkau dan mudah ditemukan dipasaran.
  2. Pemasangan mudah.
  3. Karena rangkanya terbuat dari kayu maka bisa dijadikan sebagai tumpuan.

Kekurangan

  1. Sambungan triplek akan terlihat.
  2. Harus dicat ulang
  3. Cepat rusak apabila terkena air secara terus menerus.

2. Gypsum

Kini, gypsum merupakan jenis plafon yang banyak digunakan oleh masyarakat. Mengapa paling banyak digunakan? Karena harganya bervariasi, proses pengerjaannya mudah dan banyak tersedia di toko bangunan.

Material yang digunakan sebagai rangka biasanya menggunakan metal furing, tetapi ada juga yang memakai kayu. Untuk ukuran gypsum dipasaran adalah 122cm x 244cm. Pada prinsipnya, bahan pemasangan gypsum sama halnya dengan GRC board. Hanya saja selain sekrup, pemasangan juga bisa dilakukan dengan menggunakan bubuk gypsum atau compund.

Kelebihan

  1. Cepat dalam pengerjaannya.
  2. Hasil lebih rapi.
  3. Sambungan papan gypsum bisa dibuat tidak terlihat sama sekali.
  4. Desain dan model beragam.

Kekurangan

  1. Tidak tahan terhadap air, gypsum menyerap air sehingga jika terjadi kebocoran bisa menyebabkan ambruk.
  2. Bahan kurang tahan lama.

3. Kayu

Plafon kayu merupakan kayu olahan yang dibuat menjadi lembaran-lembaran dengan ukuran (1 x 9 cm). Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dalam kayu, sehingga ketika pemasangan sudah tidak akan mengalami penyusutan lagi, langkah terakhir, finishing proses pemberian cat dengan warna alami kayu.

Kelebihan

  1. Memiliki tampilan lebih artistik.
  2. Cenderung menciptakan suasana klasik.
  3. Tidak akan menyusut karena sudah melalui proses oven.

Kekurangan

  1. Membutuhkan waktu yang lama untuk pengerjaannya.
  2. Harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan plafon gypsum.

Baca juga: Tips dan Trik Bersihkan Plafon Rumah

4. Metal

Lempengan metal tipis yang diembos sehingga tercetak berbagai macam motif ukiran, kemudian dirapikan dengan finishing menggunakan cat minyak itulah material dasar dari plafon metal. Pada umumnya orang memilih plafon metal karena bahanya anti rayap sehingga bisa lebih awet.

Kelebihan

  1. Anti air dan rayap.
  2. Lebih awet/ tahan lama.
  3. Motifnya beragam.

Kekurangan

  1. Harganya sangat mahal.
  2. Proses pengerjaannya cukup sulit.

5. Eternit

Eternit memiliki ukuran sekitar 100 x 50 cm. Kecil bukan? Sehingga pada saat pemasangannya harus disesuaikan dengan ukuran lembaran eternit. Dalam proses pemasangannya harus hati-hati karena material plafon ini mudah retak dan patah.

Terbuat dari apa eternit ini? biasanya terbuat dari serat asbestosis sehingga memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap air dan api. Namun material ini memiliki resiko dalam hal kesehatan bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Kelebihan

  1. Mudah ditemukan dipasaran.
  2. Proses pengerjaannya mudah.
  3. Tahan lama.
  4. Mudah dibongkar pasang.

Kekurangan

  1. Mudah retak dan patah.

6. GRC

Glassfiber Reinforced Cement Board (GRC) memiliki karakter seperti plafon eternit. Tetapi jika dilihat dari segi ukuran GRC lebih besar dari eternit yaitu sekitar 120 x 240 cm. Memiliki daya tahan yang baik terhadap air dan api tetapi proses pemasangannya cukup sulit.

Kelebihan

  1. Tahan terhadap air dan api

Kekurangan

  1. Harga relatif lebih mahal
  2. Proses pemasangan sulit
  3. Mudah retak

Liputan6, 99co, patrialand.