Furniture atau mebel merupakan perabotan yang digunakan untuk melengkapi suatu ruangan. Ada banyak sekali kegunaan yang bisa didapat dari menggunakan mebel. Pertama, mebel ada yang bisa digunakan untuk meletakkan barang. Selanjutnya mebel juga bisa digunakan untuk menyimpan barang. Benda yang dimiliki oleh setiap orang bisa tertata rapi dengan menggunakan mebel. Perkembangan desain furniture bisa terlihat dari negara barat.

Zaman Neolitikum

Pada zaman neolitikum, perabotan ditemukan dalam sebuah rumah batu. Di skotlandia utara, tepatnya di desa skara brae, orkney, ditemukan beberapa perabotan rumah tangga yang cukup lengkap dalam sebuah rumah kuno sekitar tahun 3100 – 2500 sebelum masehi. Beberapa perabotan yang tercatat dalam sejarah zaman neolitikum atau zaman batu adalah lemari baju, tempat tidur, tempat duduk, wadah makanan dan beberapa perabotan yang lain. pada zaman ini, perabotan sudah dianggap cukup penting. Hal tersebut terlihat dari peletakan perabotan yang ada di samping pintu masuk.

Zaman Klasik

Selanjutnya, pada zaman klasik juga ditemukan perkembangan mebel yang menarik untuk diketahui. Di abad ke-8 sebelum masehi, ditemukan sebuah meja yang ada di daerah turki. Penemuan itu menunjukkan bahwa peninggalan perabotan pada zaman neolitikum juga berkembang hingga ke benua Asia. Setelah itu, perkembangan mebel mengalami kemajuan yang pesat. Hal itu terlihat dari adanya karpet yang telah digunakan sekitar sejak abad ke-6 hingga abad ke-3 sebelum masehi. Dengan adanya penemuan ini, muncullah berbagai macam perabotan yang semakin memiliki bentuk dan fungsi yang bervariasi.

Dalam perkembangannya, berbagai macam perabotan telah mendapat modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemiliknya. Salah satu perabotan mewah pertama yang bisa ditemukan adalah kursi milik Ratu Hetepheres. Kursi tersebut dilapisi oleh emas sehingga menambah kesan mewah yang dimiliki oleh Ratu Hetepheres.

Asia

Tidak hanya di negara barat, negara-negara di Asia juga mengembangkan mebel dengan gayanya sendiri-sendiri. Beberapa negara yang cukup aktif dalam pengembangan mebel adalah Indonesia, Cina, Pakistan, Jepang, Burma, India, Mongolia, Korea dan berbagai negara yang lain. namun, tentu saja perkembangan mebel di Asia masih dipengaruhi oleh perkembangan mebel di negara barat. Hal tersebut dikarenakan zaman penjajahan. Dalam era tersebut, negara-negara di asia banyak mengadopsi gaya mebel dari negara barat hingga akhirnya dikembangkan sesuai dengan kebudayaan masing-masing.

Di Indonesia, salah satu daerah yang cukup aktif dan berperan penting dalam perkembangan mebel di nusantara adalah Kabupaten Jepara. Kabupaten ini cukup tersohor dalam memproduksi berbagai macam mebel yang terbuat dari kayu jati. Jepara terkenal sebagai daerah yang banyak memproduksi perabotan dengan ukiran yang khas dan menarik. Keindahan yang dimiliki oleh perabotan asli Jepara juga mampu menarik minat masyarakat dari negara yang lain.

Selama perkembangan desain di tanah air, tentu saja para pelaku di industri ini mengalami kendala yang perlu dihadapi. Pertama adalah mengenai desain. Masih banyak orang yang memproduksi perabotan sesuai dengan keinginan pribadi. Padahal, bila ingin mengambil keuntungan yang cukup besar, seorang desainer perlu memikirkan desain apa yang sekiranya akan disukai banyak orang. Dengan memiliki pemikiran tentang desain, tentu saja para pelaku di industri ini akan mendapat keuntungan yang cukup besar.

Selain desain, di Indonesia juga belum ada standar yang jelas mengenai kualitas produk yang sebaiknya ada di tiap mebel. Hal ini tentu saja membuat kualitas menjadi tidak merata sehingga cukup menyulitkan para distributor untuk memasarkan furniture yang telah dibuat oleh para perajin.