Dalam kehidupan sehari-hari, warna memberi efek spontan bagi psikologis orang yang melihatnya. Apabila dihubungkan dengan dunia desain dan periklanan, dapat menjadi salah satu sarana utama untuk menyampaikan pesan. Sehingga dapat membantu meningkatkan nilai penjualan ataupun memperkuat citra suatu produk atau perusahaan.

Warna merupakan salah satu bagian terpenting yang dapat menjadi daya tarik sebuah benda, karya seni atau desain. Selain itu bisa juga memberikan kesempurnaan dalam sebuah desain dan tentunya memiliki efek psikologis yang berbeda-beda. Sehingga seorang desainer dapat memilih dan menyesuaikan dengan produk yang akan diiklankan.

Persepsi suatu warna akan berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Hal itu dipengaruhi oleh kebudayaan negara tertentu. setiap daerah atau negara memiliki makna yang berbeda. Maka sudah menjadi tugas desainer untuk mengkomposisikan warna yang akan digunakan agar sesuai dengan tema desain yang akan dibuat.

Terminologi Warna

Warna mempunyai beberapa fungsi, seperti:

  1. Fungsi identitas, orang mengenal sesuai dari warnanya, seperti seragam, bendera, logo perusahaan, dan lain-lain.
  2. Fungsi isyarat, warna memberikan tanda-tanda atas sifat dan/atau kondisi, seperti merah dapat memberikan isyarat marah atau bendera putih mengisyaratkan menyerah.
  3. Fungsi psikologis, warna juga memberikan kesan.
  4. Terhadap yang melihat, seperti misalnya warna hijau rumput dapat memberikan kesan yang menyegarkan.
  5. Fungsi alamiah, warna adalah properti benda tertentu, seperti buah tomat berwarna merah jarang ada yang berwarna hitam.

Simbolis Warna

Warna universal, mempunyai arti dan pengaruh yang berbeda. Sebutan tiap daerah juga berbeda, misalnya untuk orang yang tingal di daerah pantai menyebut biru dengan sebutan biru laut dan orang yang lebih sering tinggal di daerah pegunungan mungkin akan menyebutnya biru langit.

Tentu saja akan berbeda lagi bagi orang perkotaan yang langitnya selalu tampak kusam karena tertutup asap dan tidak terdapat perairan di Kota. Contoh lainnya adalah orang-orang tua jaman dahulu sering menyebut salah satu jenis warna biru dengan sebutan biru dongker, hal ini disebabkan karena film yang terkenal pada masa itu ada tokoh Benhur yang selalu memakai jubah berwarna biru.

Selain penyebutannya yang berbeda-beda pada tiap daerah, pada tiap negara pun mempunyai arti yang berbeda. Misalnya Cina menganggap putih adalah lambang kedukaan, tetapi utuk negara di Eropa, putih merupakan lambang kesucian.

Dalam Desain Grafis

Apabila dikaitkan dengan desain grafis, produk, iklan, atau promosi, warna memberikan peran yang sangat penting dalam menciptakan susasana pembelian. Memperkuat citra sebuah produk serta meningkatkan citra bisnis. Dan juga mempengaruhi kenyamanan lingkungan, yaitu lingkungan di mana tempat orang berbelanja atau membeli sesuatu.

Banyak rumah makan atau yang berhubungan dengan makanan dan minuman menggunakan nuansa warna merah. Karena warna merah dipercaya dapat memberikan efek penambah nafsu makan. Contohnya KFC, Pizza Hut, McDonald, Coca Cola dan lain-lain.

Ada beberapa warna yang sudah umum, arti dari masing-masing warna tersebut serta pengaruhnya terhadap psikologis manusia.

Merah

Merah diasosiasikan dengan api, darah, sex. Postifnya yaitu semangat, cinta, darah, enerji, antusiasme, panas, kekuatan. Sementara, negatif yaitu agresif, kemarahan, perang, revolusi, kekejaman, ketidaksopanan.

Efek pada produk adalah warna yang dominan, berkesan kecepatan dan aksi, menstimulasi detak jantung, nafas, dan nafsu makan. Orang atau benda akan terlihat lebih besar jika menggunakan warna merah, mobil merah lebih menarik perhatian. Hubungan pada budaya lokal adalah kematian (Afrika), maskulin (Perancis), pernikahan, keberuntungan, kebahagiaan (Asia), simbol tentara (India), kesedihan (Afrika Selatan).

Kuning

Kuning diasosiasikan dengan sinar matahari. Positifnya yaitu intelek, kebijaksanaan, optimisme, cahaya, kegembiraan, idealisme. Sementara, negatifnya yaitu kecemburuan, pengecut, ketidakjujuran, waspada.

Efek pada produk, yaitu warna yang paling menarik perhatian, lebih terang dibanding warna putih. Melambangkan kecepatan dan metabolisme, menyakitkan mata, warna kuning muda dapat menambah konsentrasi. Hubungan pada budaya lokal yaitu digunakan pada jubah pendeta (Buddha). Selain itu kesedihan (Mesir dan Burma), simbol kemakmuran (India), digunakan untuk perayaan musim semi (Hindu) dan keberanian (Jepang).

Biru

Biru diasosiasikan dengan laut dan langit. Positifnya yaitu pengetahuan, kesejukan, kedamaian, maskulin, kontemplasi, kesetiaan, keadilan, intelektual. Sementara, negative nya adalah depresi, dingin, kelesuan.

Efek produk warna biru pada makanan sangat jarang karena dianggap dapat merusak selera makan. Selain itu menyebabkan tubuh memproduksi rasa tenang dan santai. Beberapa orang mengatakan merasa lebih produktif di dalam ruangan berwana biru. Ketika diterapkan pada seragam menyimbolkan kesetiaan dan kepercayaan. Hubungan pada budaya lokal yaitu maskulin (hampir di seluruh dunia), anak kecil perempuan (Cina), kesedihan (Iran), cinta (tradisi pengantin Barat), warna corporate perusahaan (seluruh dunia).

Hijau

Hijau diasosiasikan dengan tumbuhan, natural, lingkungan. Sisi positifnya adalah kesuburan, uang, pertumbuhan, penyembuhan, kesuksesan, natural, harmoni, kejujuran, muda. Negatifnya bisa berarti rakus, iri, muak, racun, kerusakan karena lumut, tidak berpengalaman.

Efek pada produk di antaranya adalah warna yang ‘ramah’ terhadap mata, menyejukkan dan menenangkan. Biasanya digunakan oleh rumah sakit untuk memberi kenyamanan pada pasien, memberikan kesan teratur, memberikan kesembuhan. Sementara, hubungan pada budaya lokal disimbolkan sebagai surge (Islam), simbol utama Irlandia, kesuburan (Yunani), melambangkan kemauan keras (penduduk asli Amerika).

Ungu

Ungu diasosiasikan dengan keagungan, spiritualitas. Sisi positifnya adalah kemewahan, kebijaksanaan, imajinasi, keajaiban, tingkatan, inspirasi, kekayaan, penghargaan, mistik. Negatifnya bisa berarti kekejaman, berlebihan.

Efek pada produk yaitu ungu memberikan kesan feminin dan romantik, terkadang diasosiasikan dengan homoseksual, sering disebut imitasi, pada jaman kerajaan disimbolkan dengan kekayaan dan kerajaan. Hubungan pada budaya lokal adalah mengindikasikan kematian (Amerika Latin). Digunakan pada saat seorang istri mengalami kedukaan karena kematian suaminya (Thailand), melambangkan perayaan dan arogansi (Jepang).

Oranye

Oranye diasosiasikan dengan musim semi dan jeruk. Positifnya adalah memberikan tambahan energi, kreativitas, keunikan, stimulasi, sosial, kesehatan, aktivitas. Negatifnya adalah kegilaan, trend, berisik.

Efek pada produk adalah penambah nafsu makan. Ruangan yang berwarna oranye akan membuat orang cenderung berpikir dan berbicara. Ruangan berwarna oranye menyuarakan persahabatan dan kegembiraan, menambah kewaspadaan maka sering dipakai untuk seragam pekerja.

Hubungan pada budaya lokal adalah merujuk pada gerakan agama Protestan (Irlandia). Berhubungan dengan pembelajaran dan kekeluargaan (budaya Amerika pribumi), merujuk pada agama Hindu (India), warna nasional dari monarki (Belanda).

Hitam

Hitam diasosiasikan dengan malam dan kematian. Positifnya adalah kekuatan, kekuasaan, berat, kemewahan, elegan, formal, serius, bergengsi, kesunyian, misteri. Efek pada produk adalah pakaian berwarna hitam membuat seseorang terlihat kurus. Hitam membuat yang lain terlihat lebih terang. Pada terapi psikis, hitam memberi efek meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan.

Hubungan pada budaya lokal adalah hitam untuk anak kecil laki-laki (Cina). Diasosiasikan dengan karir, pengetahuan, kesedihan, penebusan dosa (Asia pada umumnya), pemberontak (Amerika, Eropa, kaum muda Jepang).

Putih

Putih diasosiasikan dengan sinar dan kemurnian. Positifnya adalah sempurna, pernikahan, bersih, kebajikan, kejujuran, sinar, kelembutan, suci, sederhana. Negatifnya adalah rapuh,terisolasi.

Efek pada produk adalah pada budaya tertentu putih pada pakaian memberikan simbol keberuntungan dalam pernikahan, putih adalah penyeimbang yg sangat baik, manjur dalam mengobati rasa sakit kepala. Sinar putih yang terang dapat membutakan mata, diasosiasikan dengan malaikat dan Tuhan.

Hubungan pada budaya lokal adalah warna pemakaman (Jepang dan Cina). Simbol menyerah (seluruh dunia), mengidentikkan dengan orang kulit putih/Kaukasian (Eropa, Amerika). Dan mengundang kesedihan pada pernikahan (India).

Abu-abu

Abu-abu diasosiasikan dengan netral. Positifnya adalah seimbang, keamanan, masuk akal, klasik, sederhana, dewasa, intelek, keadilan. Negatifnya adalah kurang tanggung jawab, ketidakpastian, labil, tua, membosankan, cuaca buruk, kesedihan.

Efek pada produk yaitu mempengaruhi kekuatan emosi, penyeimbang antara hitam dan putih. Hubungan pada budaya lokal diasosiasikan dengan kesetiaan dan persahabatan (penduduk asli Amerika), menyimbolkan industri sebagai lawan dari hijau yang menyimbolkan lingkungan (Amerika), biasa dianggap sebagai simbol uang dan perak (seluruh dunia).

Sumber: MonicaIluzar. Verdant Cilukba