Penggunaan dinding partisi sebagai penyekat antar ruangan dalam suatu bangunan belakangan ini semakin banyak digandrungi orang-orang. Mengapa? Karena partisi tidak bersifat permanen sehingga jika kita ingin mengganti model atau memindahkan letaknya akan lebih mudah dilakukan. Coba bandingkan dengan penyekat dinding yang bersifat permanen pasti akan terasa sulit karena harus melewati beberapa proses, seperti pembongkaran.

Material untuk dinding partisi pun ada berbagai macam pilihan. Pastinya setiap material mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Berikut beberapa referensi material dinding partisi yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyekat namun juga bisa sebagai aksesori ruangan.

1. Kayu

Material ini rupanya menjadi favorit orang-orang untuk membuat partisi atau penyekat antar ruangan. Dengan menggunakan material kayu akan memberikan nuansa yang hangat dan natural. Partisi kayu juga bisa dikombinasikan dengan material lainnya seperti kaca, fiber, ataupun kain. Selain itu bisa juga dalam bentuk lemari pajangan yang bisa lebih berguna untuk menyimpan barang-barang.

2. Bambu

Selain kayu, material partisi alami yang sering digunakan adalah bambu. Material jenis ini bisa memberikan sentuhan oriental dan klasik terhadap ruangan. Layaknya kayu material ini juga menghadirkan kesan nuansa hangat dan etnik. Bambu ini bisa diaplikasikan dengan cara menata secara utuh atau dibuat anyaman. Jika menggunakan material ini sebaiknya kamu tidak perlu menambahkan cat warna, tetapi cukup diberi lapisan melamin atau pelitur saja.

3. Kaca

Jika kamu memiliki ruangan yang sempit tetapi menginginkan adanya penyekat, sebaiknya gunakan dinding partisi dengan material kaca. Dengan material ini kamu bisa mendapatkan kesan ruangan yang luas. Kaca yang digunakan biasanya kaca tempered dengan ketebalannya lebih dari 10 mm, tetapi jika ketebalannya kurang dari 10 mm kamu bisa mengkombinasikannya dengan menggunakan frame dari bahan besi atau kayu.

4. Kain

Jika mempunyai budget yang tidak terlalu banyak kamu bisa memilih material kain, karena harganya lebih murah. Jangan salah, seiring dengan perkembangan dunia desain interior kain dianggap sebagai material yang ramah lingkungan dan fungsinya selain sebagai partisi juga bisa sebagai aksesori ruangan yang unik. Tips ketika menggunakan material ini adalah pilihlah motif kain sesuai dengan desain ruangan kamu.

Image Bali, Arsitur.