Desain Interior Futuristik indentik dengan bentuknya yang unik dan juga modern. Konsepnya sendiri yaitu bangunan yang berorientasi ke masa depan. Gaya ini menerapkan bentuk yang asimetris dan geometris.

Nilai yang terdapat pada gaya interior futuristik di antaranya dinamis, inovatif, dan estetis. Dari segi teknologi gaya ini sangat mengutamakan konsep dinamis dan juga canggih.

Futuristik ini tidak terikat dengan bentuk – bentuk tertentu, itu artinya bebas membangun bangunan dengan bentuk apapun. Contohnya bangunan berbentuk bola, gitar, nanas dan lain- lain. Desain ini lebih sering mengembangkan prinsip-prinsip minimalis dan tidak banyak menggunakan benda – benda dekorasi.

Futuristik mendominasi bentuk – bentuk lengkungan dan modular. Hal ini dapat dilihat dari ruangan yang ada dalam desain futuristik. Biasanya warna futuristik mengkombinasikan dua warna yaitu warna netral dan silver.  Seperti warna putih dan juga warna yang mencolok, misalnya saja putih dengan kuning. Alasannya supaya menghasilkan warna yang kontras. Dalam desain ini warna terang bisa tampil lebih solid dan terasa hidup.

Bagi desain ini pencahayaan adalah salah satu factor yang penting dalam konsep futuristik. Biasanya pencahayaan dalam konsep ini selalu menggunakan lampu LED. Bukan haya lampu warna putih saja, desain ini juga suka memakai lampu berbagai macam warna. Alasannya agar efek cahaya yang muncul bias terlihat memancar.

Untuk penggunaan furniture, desain futuristik menggunakan furniture desain minimalis dan ergonomis. Dengan menggunakan material yang bertekstur licin dan mengkilap. Hal itu dilakukan agar memberikan kesan yang elegan.

Konsep desain ini tentunya selalu menggunakan teknologi yang padu dan canggih. Contohnya bisa menyalakan atau mematikan lampu dengan telephone genggam ataupun hal lainnya.

Sejarah

Gaya Futuristik muncul pada abad ke-20 di Italia. Bangunan ini berdiri kokoh dari tahun 1909 sampai tahun 1944. Hal itu menarik perhatian para musisi, penyair, seniman, dan tentunya menarik perhatian para Arsitek.

Contohnya Umberto Boccioni atau Giacomo Balla. Gaya ini di hidupkan oleh penyair Filipo Tommaso Marinneti. Dia bekerja pada tokoh arsitektur terkemuka seperti arsitek Antonio Sant’elia dan seniman Uberto Boccioni, Giacomo Balla.

Karena gayanya yang unik dan modern sampai sekarang ini terus berkembang dan sering digunakan. Bahkan tempat makan atau restoran sudah menggunakan gaya ini untuk menarik perhatian konsumen. Bukan hanya restoran saja, futuristik lebih banyak digunakan untuk perkantoran dan tempat wisata. Contohnya di Jepang ada tempat wisata yang dikenal dengan Enhosima.

Ciri- ciri gaya Futuristik:

– Futuristik mempunyai bentuk yang unik.

– Berorientasi pada masa depan.

– Modern.

– Asimetris.

– Geometris.

– Dinamis.

– Bentuk lengkungan yang dominan.

– Perpaduan dua warna yang menghasilkan kontras, contohnya warna kuning dan putih.

– Futnitur dengan desain Aerodinamis.

– Dekorasi estetik.

– bentuk lengkungan yang modular.

Perbedaan dan Persamaan Futuristik Modern:

– Desain interior ini berorientasi ke masa depan sedangkan Modern lebih kemasa sekarang.

– Konsep ini memiliki bentuk yang unik sedangkan Modern lebih mengutamakan konsep.

Kelebihan dan kekurangan:

  1. Gaya futuristic terlihat megah dan juga mewah.
  2. Cocok dijadikan tempat wisata karena bentuknya yang unik, maka bisa menarik perhatian orang-orang sekitar.
  3. Perawatannya yang cukup sulit.
  4. Biaya pembuatannya yang terbilah mahal karena pembuatannya sulit.
  5. Pembuatannya yang agak lama.

 

Sumber: Dekoruma, Interior Udayana. Verdant.id Cilukba