Tangki air biasa di sebut dengan toren, siapa yang tidak tahu dengan benda yang satu ini. Hampir semua rumah di Indonesia memilikinya, hal ini tentu disebabkan oleh faktor kekurangan air bersih setiap harinya. Entah itu dari nyala PDAM yang tidak setiap saat, atau bisa juga karena air yang keruh, atau karena beban listrik yang makin hari makin meningkat jika menggunakan pompa air setiap saat. Tidak bisa dipungkiri bahwa ini menjadi solusi untuk masalah-masalah tersebut. Tetapi tahukan anda ada beberapa jenis dan kapasitas dari tangki penyimpanan air tersebut. Mari kita langsung bahas satu persatu mengenai jenis-jenis tangki penampungan air.

  1. Tangki Air Polyethylene (PE)

Kelebihan utama dari tangki ini berbahan polyethylene yakni bersifat antikarat. Bobotnya pun sangat ringan sehingga tidak terlalu memerlukan pondasi dan konstruksi yang rumit. Dengan harga yang relatif lebih murah, tangki berbahan plastik ini mampu bertahan hingga 15-20 tahun. Untuk masalah lumut, dari produsen tangki-tangki jenis ini juga sudah banyak yang menggunakan anti lumut pada bahan produknya. Ketika terjadi kebocoran tangki, cukup sulit untuk menemukan titik kerusakannya. Karena terbuat dari plastik, tangki ini juga gampang terbakar dan rentan terhadap suhu yang tinggi.

  1.  Stainless Steel

Produk tangki air yang populer di urutan kedua adalah tangki dari stainless steel. Perlu diketahui, stainless steel terbuat dari lapisan konversi yang dicampur dengan baja dengan tambahan polietilen, polyester, top coat, dan lain-lain lalu dipanaskan di dalam suhu tinggi sehingga tingkat ketahan adhesinya lebih baik. Dari segi desainnya, tangki ini terlihat begitu menarik dengan pilihan model yang cukup banyak. Tangki berbahan stainless steelmemiliki keunggulan pada ketahannya yang baik terhadap lumut. Rata-rata tangki stainless steel dapat bertahan selama lebih dari 20 tahun. Namun bagi anda yang tinggal di tepi pantai sebaiknya hindari memilih tangki air dari jenis ini. Sebab kandungan garam yang tinggi pada air dan uap air di pesisir bisa menimbulkan korosi yang serius. Selain itu tangki ini sangat kuat dalam memantulkan cahaya matahari sehingga dapat memberikan efek silau ke mata.

  1. Tangki Air Logam

Di luar stainless steel, ada 2 logam yang juga banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tangki air yakni galvanis dan zincalumeGalvanis ialah logam berupa besi, baja, atau seng saja. Walaupun tangki galvanis dibandrol cukup murah, tetapi tingkat keawetannya sangat rendah hanya mencapai 5 tahun. Sedangkan zincalume merupakan logam campuran seng, alumunium, dan silikon. Usia pakai tangki air berbahan zincalumeberkisar antara 5-10 tahun.

  1. Tangki Air Beton

Salah satu yang masih banyak peminatnya hingga saat ini yaitu tangki air yang terbuat dari beton berkualitas tinggi. Tidak perlu diragukan lagi, daya tahan tangki ini sangat kokoh dan mampu bertahan hingga puluhan tahun. Namun karena bobotnya yang berat disarankan untuk membuat tanki beton di bawah tanah atau biasa disebut dengan ground tank. Di samping itu, supaya lebih mudah dibersihkan anda juga bisa memasang ubin di seluruh permukaan tangki air ini dan menyiapkan manhole untuk maintanance. Kelebihan dari tangki ini kita dapat membuat ukurannya sendiri sesuai dengan kebutuhan kita.

  1.  Fiberglass

Jenis produk yang terbaru adalah tangki berbahan fiberglass atau kaca fiber. Selain usia penggunaannya yang relatif lama, tangki ini juga unggul karena bersifat antilumut. Bobotnya pun tidak begitu berat serta hanya memerlukan konstruksi pondasi yang sederhana. Namun karena transparan, air di dalam tangki fiberglass rentan ditumbuhi ganggang hijau. Solusinya yakni anda bisa mewarnai seluruh permukaan tangki tersebut menggunakan cat berkelir hitam. Selanjutnya, letakkan tangki ini di tempat yang teduh supaya terhindar dari pancaran sinar matahari secara langsung.

Dari pembahasan mengenai jenis-jenis penampungan air maka kita dapat mulai memilih jenis yang mana yang cocok untuk di tempatkan pada hunian kita kelak. Selain mempertimbangkan jenis-jenisnya perlu juga dipertimbangkan dari kapasitas. Karena kapasitas merupakan hal yang penting agar kelak air yang di tampung sudah sesuai dengan kebutuhan air bagi penghuninya.

Selain dari kapasitas tangki, yang perlu diperhatikan juga adalah dimensi dari tangki tersebut, sehingga kita dapat menyiapkan tempat untuk tangki penyimpanan air tanpa harus mengurangi nilai estetika dari hunian kita.

Sumber: ByDuniatangkiairArafuru. Verdant.id Cilukba