Arsitektur kontekstual merupakan salah satu prinsip perancangan dalam arsitektur yang mempertimbangkan permasalahan desain dalam beberapa atau kesatuan bidang konteks arsitektural.

APA ITU ARSITEKTUR KONTEKSTUAL?

Menurut Budi Sukada (1993), kontekstual merupakan suatu situasi yang tidak memungkinkan sebuah obyek ada di suatu tempat tanpa mengindahkan obyek-obyek yang sudah ada di tempat itu terlebih dahulu. Dengan demikian, perancangan kontektual memusatkan perhatian terutama pada karakteristik obyek-obyek yang sudah ada ketimbang pada obyek yang akan dibuat.

Menurut Anthony C Antoniades (Poetics of Architecture), kontekstual merupakan klasifikasi dari bidang konteks dalam arsitektur yang dapat berhubungan dengan site dari lingkungan, kondisi bangunan sekitar, masyarakat, budaya, dan material didaerah setempat. Tujuanya untuk mengarahkan desain ke dalam suatu perancangan desain.

Jadi, arsitektur kontekstual adalah suatu metode perancangan yang mengkaitkan bangunan baru dengan menyelaraskan nilai-nilai karakteristik terhadap lingkungan sekitar.

PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DALAM PENCIPTAAN RUANG

Proses penerapan rancangan dapat dilihat sebagai strategi penyisipan dan penyelesaian pada tapak. Dimana kontekstual bangunan memusatkan perhatian pada bentuk fisik dari acuan pandangan arsitektur. Pendekatan tipologi aini juga sebagai pemahaman intuitif dari aneka ragam model-model bentuk geometri yang mungkin dapat dipakai dalam berbagai kombinasi untuk pemecahan persoalan baik terhadap bangunan maupun tapak site bangunan.

Secara umum ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kontekstualitas arsitektur, yaitu :

  • Kondisi bangunan lama atau heritage dengan pola bentuk , material, skala bangunan dan lain-lain.
  • Karakter bangunan terhadap lingkup sekitar berupa motif atau pola desain menyerupai daerah setempat.

Hal ini menjadikan beberapa pendekatan desain arsitektur kontekstual dengan ragam bentuk yang bervariasi atau tidak hanya sekadar meniru dan menyerupai bentuk yang sudah ada.

Mengambil motif desain lingkup sekitar seperti bentuk massa, pola dan ornamen desain yang digunakan.

Royal Bank, Vancouver. Merupakan gedung perkantoran 16 lantai yang terletak di pusat kota Vancouver yang berfungsi sebagai kantor regional untuk Royal Bank of Canada. Gedung ini mengaplikasikan gaya Renaisans yaitu gaya arsitektur pada periode antara awal abad ke-15 sampai awal abad ke-17 di wilayah Eropa ketika terjadi kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno.

Bangunan ini mengaplikasikan gaya Renaisans yaitu gaya arsitektur pada periode antara awal abad ke-15 sampai awal abad ke-17 di wilayah Eropa ketika terjadi kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno.

Pengambilan desain motif gaya serta bentuk menjadikan Royal Bank Vancouver beradaptasi harmoni dan selaras dengan lingkungan sekitar.

Penggunaan bentuk dasar yang sama, tetapi mengaturnya kembali sehingga tampak berbeda.

Butterfield House di Kota New York. Keterkaitan visual bangunan apartemen ini dengan bangunan di sekitarnya dapat dilihat dari penggunan elemen balkon dengan penyelesaian desain berbeda.

Dapat dilihat pada bangunan lama yang memiliki bentuk bukaan yang datar pada area balkon. Sedangkan, perubahan bentuk bukaan pada balkon terlihat melengkung dan menonjol ke luar di bangunan masa sekarang. Walaupun terdapat perbedaan desain pada balkon, kedua bangunan tetap terlihat menyatu karena memiliki bentuk dasar atau pola yang sama.

Penyesuaian bentuk baru dengan pendekatan pandangan visual sama atau mendekati yang terdahulu.

Sagrada Familia, karya Antoni Gaudi. Sagrada Familia terletak di jantung Kota Barcelona, Spanyol yang merupakan bangunan gereja katolik dengan gaya Arsitektur Gothic.

Jika diperhatikan bentukan fasade pada Sagrada Familia sama sekali tidak mirip dengan bentukan Arsitektur Gothic yang lebih identik dengan bangunan Arsitektur Gothic Roma, Italia. Namun demikian, kesan keagungan dan vertikalis yang didapat pada arsitektur Gothic dapat diperoleh dengan sangat sempurna. Penyesuaian bentuk baru pada bangunan Sagrada Familia tetap dapat diarahkan untuk berada pada ranah nilai yang sama dengan kondisi pola tatanan Kota Barcelona.

Penciptaan bentuk baru yang kontras terhadap bentukan terdahulu

Pembentuk hubungan yang simpatik pada arsitektur kontektual tidak selalu ditunjukkan dengan desain harmonis nan selaras. Biasanya pencapaian suatu unsur desain dengan penggunaan kembali elemen desain dominan yang terdapat pada bangunan terdahulu.

Adanya suatu konsep bentuk bangunan baru atau kontras dengan bangunan sebelumnya menjadikan perubahan bentuk suatu bangunan. Tetapi tidak merubah fungsi ataupun makna nilai dari bangunan sebelumnya.

Piramida Lourve

Piramida Lourvemerupakan sebuah piramida raksasa dengan aksen material kaca serta penggunaan struktur baja yang terdapat di plaza Museum Lorve. Piramida Lourve berperan sebagai vocal point utama serta menjadi pintu masuk utama menuju Museum Lourve.

Penciptaan suatu bentuk baru ini tidak selaras terhadap bangunan Museum Lourve sendiri. Piramida Lourve menjadikan unsur modern yang hanya sebagai vocal point dan akses pintu utama menuju ke dalam Museum Lourve. Tetapi tidak merubah fungsi dan nilai-nilai monumental pada sisi interior museum.

Perbedaan bentuk asli pada bangunan lama tidak digunakan langsung, namun diabstraksikan (kontras) ke dalam bentuk baru yang berbeda.

Verdant.id Cilukba