Dinding Partisi

Seperti yang kita ketahui, dinding merupakan salah satu elemen interior yang berfungsi untuk membentuk suatu ruangan atau sebuah bidang yang menyekat antar ruang. Dengan dinding kita dapat memisahkan suatu lahan yang luas, kemudian diperkecil dengan sekat-sekat berupa dinding sehingga bidang luas tersebut menjadi beberapa ruangan. Sebuah dinding identik dengan bata kokoh yang bersifat masif. Namun berbeda dengan yang dinamakan dinding partisi.

Dinding partisi merupakan sesuatu yang dapat membatasi ruangan satu dengan ruangan yang lainnya. Walaupun fungsi utamanya sama dengan dinding biasa, namun dinding partisi berbeda dengan dinding. Partisi merupakan pembatas ruangan yang fleksibel, penyekat ruang yang dapat dipindah pasang sesuai keinginan. Penggunaan partisi ini sebagai pembatas ruangan dimana ruangan yang satu dan ruangan lainnya memiliki fungsi yang berbeda.

Dinding partisi memiliki desain konstruksi yang lebih praktis dan ringan dibandingkan dengan dinding biasa. Namun dinding partisi ini tidak dapat memikul beban yang berat. Biasanya dinding partisi digunakan pada suatu ruangan yang cukup luas kemudian ingin membagi ruangan tersebut menjadi dua atau beberapa bagian.

Fungsi dinding partisi

  1. Sebagai penyekat atau pembatas ruang yang satu dengan ruangan lainnya.
  2. Sebagai aksen dekoratif atau elemen estetis dan bisa disesuaikan dengan tema interior.
  3. Sebagai tempat penyimpanan.
  4. Menutup atau menyamarkan pandangan dengan kadar transparan tertentu.

Tidak jarang, partisi juga memiliki dua fungsi. Tidak hanya sebagai sekat pemisah antar ruang, partisi juga bisa berbentuk seperti misalnya rak, cermin, dan lainnya. Secara umum ada dua jenis partisi yaitu :

  1. Partisi permanen

Maksud permanen di sini adalah partisi yang di buat khusus, tidak dapat dipindahkan kecuali dibongkar dari rangkanya. Bahan pembuatan untuk dinding ini juga lebih murah dari dinding pada umumnya. Dinding partisi biasanya terbuat dari rangka kayu atau besi hollow, kemudian ditutup dengan multiplek atau gypsum dengan tebal 9-12 mm. Bahan lainnya yang lebih bagus juga bisa menggunakan fiber glass. Pemasangan dinding partisi cukup mudah. Untuk pemasangan penutup-penutup tersebut ke rangka hollow bisa menggunakan sekrup.

  1. Partisi non permanen

Partisi non permanen merupakan partisi yang fleksibel dari segi ukuran, bentuk, dan modelnya. Partisi jenis ini seringkali dapat berubah fungsinya sesekali bisa menjadi backdrop atau hanya sebagi penutup atau penyekat ruang.

Fungsi Tambahan

Sebagaimana semestinya dinding, sebagai pemisah antar ruangan partisi dapat dilekatkan fungsi teknis tertentu. Tentunya fungsi dapat di aplikasikan sesuai dengan fungsi ruangan yang akan di sekat. Berdasarkan fungsinya dinding partisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

Dinding Teknikal

Dinding teknikal merupakan dinding yang diberi fungsi teknis. Fungsi teknis yang dapat di aplikasikan pada menjadi dinding ada berbagai macam seperti Akustik, Temperatur, Kelembaban dan

  • Partisi Akustik. Partisi akustik memiliki fungsi untuk meminimalisir terjadinya bocor tampilan, baik itu visual maupun audio. Selain itu juga berfungsi sebagai pembatas ruang yang menampung kegiatan yang memiliki tingkat privasi tinggi. Bahan untuk partisi akustik bisa menggunakan glasswool, rockwool, yumenboard, kayu/softboard/multipleks, serta kain atau wall covering.
  • Temperatur. Ruangan luas yang biasanya perlu dibagi menjadi beberapa ruangan adalah pabrik dan gudang. Dibangunan-bangunan selain untuk partisi, dinding juga ditambahkan fungsi tertentu karena diperuntukan sebagai tempat penyimpanan dengan suhu tertentu. Dinding untuk melengkapi ruangan seperti ini biasanya perlu pengerjaan dan material khusus. Misalnya untuk ruangan yang perlu temperatur dingin dindingnya ditambahkan kaca, atau alumunium dan diberi seal agar suhu ruangan tidak bocor ke ruangan yang lain.
  • Kelembaban. Ruangan yang membutuhkan pertahanan kelembaban tertentu biasanya digunakan pada industri makanan dan pertanian. Seperti dinding yang digunakan untuk mengatur temperatur, dinding ini harus dibuat dengan material dan teknik tertentu. Sebagian jenis dinding ini perlu insulasi khusus, udara luar yang diatur sirkulasinya menuju ruangan dan kerapatan material dinding yang digunakan.
  • Tahanan. Dinding penopang merupakan tambahan teknis untuk melengkapi struktur bangunan, sehingga bangunan menjadi lebih kokoh. Dinding partisi yang digunakan sebagai penopang biasanya untuk bangunan semi permanen.
  • Penyimpanan. Selain sebagai pembatas ruangan, dinding juga dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan, hal ini tentunya dengan menambahkan ruang-ruang kecil sebagai tempat penyimpanan pada dinding tersebut. Dinding yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan biasanya dapat dengan mudah kita temukan di apotek maupun rumah sakit. Dindinga pada bangunan ini sering digunakan sebagai pembatas ruangan sekaligus tempat penyimpanan obat, sehingga dibuat seperti lemari yang terlihat seperti permanen.

Dinding Artistik

Dinding yang bersifat artistik sangat sering kita jumpai di berbagai tempat. Dinding seperti biasanya merupakan bagian dari dekorasi sebuah ruangan selain sebagaimana fungsinya sebagai pembatas ruang. Diberi ornamen, menggunakan mix material pemilihan dinding dekoratif biasanya dibuat menyesuaikan dengan konsep visual yang ada pada ruangan.

Baca juga : 3 Tahap Pembangunan Rumah

Material yang biasa digunakan untuk dinding partisi

Material yang dapat digunakan untuk dinding biasa juga dapat digunakan sebagai material untuk dinding biasa. Namun demikian, dinding partisi yang bersifat temporer lebih mudah dibongkar karena dapat dipisahkan dari struktur bangunan dengan mudah. Dengan demikian dalam pemilihan material biasanya dinding partisi lebih memperhatikan fungsi yang akan diaplikasikan padanya. Terutama untuk dinding teknis, material yang umum digunakan sebagai isian adalah :

Glasswool

Merupakan material pembungkus yang premium dengan daya kuat tarik yang tinggi namun fleksibel yang pada umumnya mempunyai daya tarik dan pegas mudah ditangani dengan biaya pemindahan dan instalasi yang rendah. Keunggulannya berupa daya konsuksi yang rendah, bebas digunakan dalalm temperatur 110 – 250°c, tidak mudah terbakar, karat dan berjamur.

Rockwool

Rockwool adalah bahan insulasi yang termasuk jenis isolasi termal dan akustik. Terbuat dari bahan tambang fiber ringan dengan inti berupa batu alam yang dipadukan dengan damar panas. Keunggulan dari rockwool cocok digunakan untuk aneka kebutuhan industri, memiliki daya konduksi termal yang rendah, dapat digunakan pada suhu 100-820°c, tidak mudah terbakar, kedap suara, dan tidak mudah berkarat dan jamur.

Sedangkan material umum yang lain yang biasa digunakan untuk dinding partisi lain adalah sebagai berikut :

  1. Semen dan bata
  2. Dinding semen berongga
  3. Kaca
  4. Blockboard
  5. Clayblock
  6. Plaster slab
  7. Logam
  8. Kayu
  9. Asbes

Demikianlah berbagai jenis dinding partisi yang dapat menjadi pilihan kita untuk dipasang sesuai dengan keperluan. Baik untuk rumah, kantor maupun industri.

Sumber: AdindaArchitectaria, Verdant Architecture, Asyraaf Ahmadi