Kamar mandi merupakan salah satu bagian ruangan dari rumah tinggal yang sering dianggap tidak penting, namun sebenarnya mempunyai peranan dan pengaruh yang cukup besar. Keberadaannya cenderung sering terlupakan dan biasanya diletakkan di bagian belakang rumah, padahal keberadaan kamar mandi sangatlah penting.

Berbeda dengan sekarang, keberadaannya merupakan salah satu ruangan yang dianggap paling penting dalam arsitektur rumah. Setiap rumah harus memilikinya. Pada saat tidak hanya digunakan sekedar untuk mandi, namun juga untuk memenuhi tuntutan yang lebih tinggi lainnya. Misalnya untuk kebutuhan relaksasi dari kepadatan aktivitas sehari-hari dengan berendam air panas di dalam bathtub. Berbeda halnya dengan zaman dulu yang hanya terdiri dari bak dan kloset saja.

Fungsi utama dari kamar mandi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mandi atau berendem.
  2. Buang air besar dan kecil.
  3. Mencuci muka.
  4. Menyikat gigi.
  5. Merias diri.

Ketika merancangnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya dari segi intensitas pemakaian. Kegiatan manakah yang paling sering dilakukan, maka perlengkapan untuk kebutuhan aktivitas tersebut harus diketakan paling dekat dengan pintu masuk.

Berdasarkan dari fungsi kamar mandi yang telah disebutkan diatas, perlengkapan kamar mandi yang paling sering digunakan adalah wastafel yang digunakan untuk sikat gigi, cuci muka, dan cuci tangan. Maka letak wastafel harus berada dekat dengan arah pintu masuk kamar mandi. Urutan yang selanjutnya adalah kloset yang digunakan untuk buang air besar dan air kecil, dan terakhir adalah yang paling jarang digunakan yaitu bathtub dan shower. Maka letaknya paling jauh dari arah pintu masuk.

Berdasarkan jenisnya, kamar mandi dibedakan kedalam dua  jenis, antara lain yaitu:

  1. Kamar mandi kering

Biasanya berukuran lebih luas karena terpisah antara area untuk mandi dan area wastafel/kloset. Area basah digunakan untuk membersihkan seluruh tubuh yang didalamnya terdapat shower. Area ini biasanya dipisah menggunakan sekat bisa berupa kaca atau dinding. Sedangkan area keringnya merupakan area yang lantainya bisa tidak basah seperti untuk aktivitas cuci muka, cuci tangan, sikat gigi, dan buang air. Pada area kering ini perlengkapan yang tersedia adalah wastafel dan kloset.

  1. Kamar mandi basah

Berbeda halnya dengan kamar mandi kering, pada bagian ini semua areanya dapat dialiri oleh air karena tidak adanya perbedaan atau sekat yang membatasi aktivitas mandi dan cuci tangan serta buang air. Sehingga lahan yang diperlukan pada kamar ini dapat diminimalisir.

Menjaga kebersihannya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Kamar mandi yang sehat harus memenuhi pencahayaan yang cukup, dengan cahaya matahari yang optimum. Tujuannya agar tidak lembab dan dapat mematikan kuman. Lalu perhatikan sirkulasi udara, yang berfungsi agar dapat membantu mengalirkan bau-bauan yang terjadi sehingga adanya perputaran udara segar. Selain itu juga pengadaan air bersih yang lancar, air merupakan elemen utama, sehingga air bersih harus selalu setiap saat dapat mengalir dengan baik. Serta yang terakhir adalah dengan membersihkannya secara teratur dengan minimal menyikatnya seminggu dua kali agar tetap terjaga kebersihannya.

Selain itu dari segi keamanan juga harus diperhatikan. Seperti perencanaan listrik secara seksama dengan yang ahli dan profesional untuk pemasangan stop kontak, saklar, serta lampu agar tidak terjangkau percikan air. Pemilihan lantai pun penting, pilihlah material lantai yang tidak licin. Peralatan dan bahan yang berbahaya usahakan tidak dpaat terjangkau oleh anak-anak. Pasanglah kunci yang dapat dibuka dari luar demi keamanan.

Sumber: LifullScribd. Verdant.id Cilukba