Indonesia merupakan Negara yang lokasinya sangat strategis di dunia. Terletak pada iklim tropis yang dilewati garis khatulistiwa. Dengan kondisi seperti ini Indonesia hanya memiliki dua musim dengan intensitas sinar matahari yang tinggi. Tentunya akan sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkan sinar matahari tersebut, terlebih saat ini teknologi semakin berkembang.

Pernahkah anda mendengar solar panel? Solar panel merupakan konversi sinar matahari sehingga menghasilkan tenaga listrik. Pada pembahasan kali ini verdant.id akan mencoba untuk membahas mengenai pengertian dan sejarah solar panel hingga ramah lingkungan.

Solar Panel

Solar panel adalah konversi cahaya sinar matahari menjadi listrik, baik secara langsung dengan menggunakan photovoltaic, atau tidak langsung dengan menggunakan tenaga surya terkonsentrasi, sehingga menghasilkan tenaga listrik untuk digunakan pada sebuah bangunan.

Solar panel memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Pemasangan yang mudah.
  • Tidak memerlukan bahan bakar minyak.
  • Tahan lama.
  • Kapasitas daya listrik dapat di tambah sesuai dengan kebutuhan.
  • Harga solar panel lebih terjangkau.

Sejarah Solar Cell

Tenaga listrik dari cahaya matahari pertama kali ditemukan oleh Alexandre  Edmund Becquerel seorang ahli fisika Perancis pada tahun 1839. Temuannya ini merupakan cikal bakal teknologi solar cell. Dalam percobaanya ternyata tenaga listrik meningkat manakala intensitas cahaya meningkat.

Selanjutnya penelitian dari Bacquerel dilanjutkan oleh peneliti-peneliti lain. Tahun 1873 seorang insinyur Inggris Willoughby Smith menemukan Selenium sebagai suatu elemen photo conductivity. Kemudian tahun 1876, William Grylls dan Richard Evans Day membuktikan bahwa Selenium menghasilkan arus listrik apabila disinari dengan cahaya matahari. Hasil penemuan mereka menyatakan bahwa Selenium dapat mengubah tenaga matahari secara langsung menjadi listrik tanpa ada bagian bergerak atau panas. Sehingga disimpulkan bahwa solar cell sangat tidak efisien dan tidak dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan listrik.

Solar Cell Pertama

Tahun 1894 Charles Fritts membuat Solar Cell pertama yang sesungguhnya yaitu suatu bahan semi conductor (selenium) dibalut dengan lapisan tipis emas. Tingkat efisiensi yang dicapai baru 1% sehingga belum juga dapat dipakai sebagai sumber energi, namun kemudian dipakai sebagai sensor cahaya.

Tahun 1905 Albert Einstein mempublikasikan tulisannya mengenai photoelectric effect. Tulisannya ini mengungkapkan bahwa cahaya terdiri dari paket-paket atau “quanta of energi” yang sekarang ini lazim disebut “photon.” Teorinya ini sangat sederhana tetapi revolusioner.

Kemudian tahun 1916 pendapat Einstein mengenai photoelectric effect dibuktikan oleh percobaan Robert Andrew Millikan seorang ahli fisika berkebangsaan Amerika dan ia mendapatkan Nobel Prize untuk karya photoelectric effect. Tahun 1923 Albert Einstein akhirnya juga mendapatkan Nobel Prize untuk teorinya yang menerangkan photoelectric effect yang dipublikasikan 18 tahun sebelumnya.

Hasil Penelitian Solar Cell

Hingga tahun 1980-an efisiensi dari hasil penelitian terhadap solar cell masih sangat rendah sehingga belum dapat digunakan sebagai sumber daya listrik. Tahun 1982, Hans Tholstrup seorang Australia mengendarai mobil bertenaga surya pertama untuk jarak 4000 km dalam waktu 20 hari dengan kecepatan maksimum 72 km/jam.

Tahun 1985 University of South Wales Australia memecahkan rekor efisiensi solar cell mencapai 20% dibawah kondisi satu cahaya matahari. Tahun 2007 University of Delaware berhasil menemukan solar cell technology yang efisiensinya mencapai 42.8% Hal ini merupakan rekor terbaru untuk “thin film photovoltaic solar cell.

Perkembangan dalam riset solar cell telah mendorong komersialisasi dan produksi solar cell untuk penggunaannya sebagai sumber daya listrik. Sistem photovoltaic ini lah yang digunakan hingga sekarang, walau masih banyak dikembangkan lagi oleh peneliti lain. Bahan yang di gunakan pada sistem ini adalah silicon dan perak. Penggunaan silikon karena silikon adalah bahan terbaru yang fleksibel dan tahan terhadap panas. Sedangkan perak merupakan konduktor terbaik di dunia.

Sekian pembahasan mengenai pengertian dan sejarah mengenai solar panel, dan pada pembahsan berikutnya akan dijelaskan lebih detail lagi mengenai jenis hingga aplikasi terhadap bangunan.

Sumber: Verdant.id Cilukba Kompasiana, TeknologisuryaJanalokaSolarsuryaindonesia,